Erix "Soekamti" Sebut Penolakan RUU Permusikan Lebay

Purba Wirastama    •    04 Februari 2019 20:25 WIB
Kisruh RUU Permusikan
Erix
Erix "Soekamti" (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Di antara ratusan suara yang dengan lantang menolak RUU Permusikan, ada pula opini musisi yang memberi kritik lantang kepada kelompok musisi oposan. Salah satunya Erix Soekamti, yang menyebut cara penolakan atas draf RUU Permusikan sudah terlalu berlebihan. 

Lewat postingan foto Instagram terbaru pada Senin, 4 Februari 2019, Erix membagikan pendapatnya mengenai RUU Permusikan, yang kini masih dalam tahap draf. Pentolan grup Endank Soekamti ini sepakat rancangan undang-undang permusikan harus mengalami revisi, bukan ditolak.

"RUU itu Rancangan Undang Undang, belum final, belum kiamat juga," tulis Erix. "Justru (draf) memang disebar untuk tujuan sosialisasi yang menghasilkan diskusi. Kenapa mesti ribut?"

Erix tidak sepakat dengan materi dalam draf RUU Permusikan versi 15 Agustus 2018, tetapi dia mengajak musisi untuk menyambutnya dengan pemberian masukan. 

Baca juga: RUU Permusikan Kontroversial, Anang Hermansyah Berkelit

"Siapa bilang kontroversi, lha wong semua musisi enggak setuju. Menjadi gaduh sampai lupa dengan tujuannya itu karena cara penolakannya lebay (berlebihan). Niat baik harus disambut baik, berikan masukan tidak hanya penolakan, apalagi hujatan dan cacian," tulisnya.

"Musisi itu butuh undang-undang yang disepakati dan melindungi. Jadi daripada teriak menolak, sebaiknya direvisi akan lebih baik. Indonesia itu bisa maju karena contoh, bukan opini," lanjut Erix dengan slogan favorit "mandiri dalam bekerja, merdeka dalam berkarya!"

Hingga Senin malam, postingan ini telah ditanggapi 1.500-an komentar. Banyak yang sepakat dengan pendapat Erix, seperti musisi Saykoji dan David Naif. Namun banyak juga yang mencibirnya sebagai musisi yang "main aman". Soleh Solihun menyebut "kegaduhan" ini sebenarnya punya dampak positif. 

Sebelumnya, draf pertama RUU Permusikan dari Badan Keahlian DPR mendapat protes keras dari ratusan musisi serta para seniman lintas bidang karena memuat sejumlah pasal yang mengekang kebebasan berkekspresi dan tidak perlu. 

Sejumlah pelaku musik, seperti Danilla, Rara Sekar, Efek Rumah Kaca, dan Jerinx SID, lantas bergabung membentuk Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan. Mereka juga memulai petisi online yang kini telah didukung 134 ribu orang. 

Baca juga: Kontroversi RUU Permusikan, Para Musisi Terpecah

Selain itu, polemik draf RUU Permusikan ini juga berujung pada seteru personal antara Jerinx dengan Anang dan Ashanty. Sejak akhir pekan lalu, Jerinx dan Ashanty beradu mulut di media sosial.




(ASA)