Slash Rilis Video Musik Dukung Upaya Pelestarian Gajah

Adi Waluyo    •    05 Juni 2015 11:24 WIB
gnr
Slash Rilis Video Musik Dukung Upaya Pelestarian Gajah
Foto: earthtouchnews.com

Metrotvnews.com, Los Angeles: Slash merilis video musik dari album terbarunya World on Fire (2014), Beneath the Savage Sun, yang mengungkapkan tentang kisah tragis gajah-gajah liar Afrika yang nyaris punah karena dibantai untuk diambil gadingnya.

Mantan gitaris Guns N 'Roses ini memang telah lama menjadi pendukung perlindungan hak-hak satwa. Sebagai seorang seniman, dia merasa terpanggil untuk menuangkan keprihatinannya lewat lagu dan ia bertekad meningkatkan kesadaran orang tentang perburuan ilegal gajah yang terjadi di negara-negara seperti Afrika Selatan.

Bekerja sama dengan International Fund for Animal Welfare (IFAW), Slash membuat sebuah video musik untuk lagu Beneath the Savage Sun dengan maksud mendorong orang untuk berhenti membeli gading gajah.

Walaupun ini adalah sebuah video musik untuk sebuah lagu, yang secara entitas tersendiri adalah lagu rock yang garang dan punya kualitas untuk menjadi hits, namun video ini bisa dibilang sebuah film semi dokumenter tentang pembantaian gajah.


Foto: Slash ikut berkampanye mendukung pembangunan fasilitas untuk Billy, seekor gajah Asia di LA Zoo

Dalam video ini bisa disimak grafis, dan rekaman sadis pembunuhan gajah tanpa belas kasihan hanya untuk diambil gadingnya. Adegan pembunuhan hewan ini mungkin mengganggu dan terlalu menakutkan untuk ditonton, tapi Slash mengatakan kepada ABC Radio bahwa itu adalah maksud dan tujuannya merilis video Beneath the Savage Sun.

"Saya kira (kepedulian soal pembantaian gajah) itu akan menjadi besar jika kita bisa membuat video yang bisa meningkatkan kesadaran mengenai apa yang terjadi dengan gajah-gajah itu. Saya ingin orang tahu tentang betapa kejinya pembantaian itu," jelas Slash. "(Videonya) cukup menegangkan dan agak 'kasar', tapi maksudku, itu belum seberapa bila dibandingkan dengan kenyataan yang sesungguhnya terjadi... Jadi saya pikir orang perlu disadarkan mengenai hal itu.

Slash mengatakan ia dan Kennedy terinspirasi untuk menulis Beneath the Savage Sun setelah tur mereka ke Afrika Selatan beberapa tahun lalu. Saat itu mereka mendapatkan kesempatan untuk mengamati gajah di habitat alami mereka. Baca juga: Slash Protes Pembantaian Gajah di Afrika.

"Lagu ini ditulis dari sudut pandang gajah," ungkap legenda gitar itu pada ABC Radio. "Semacam pesan tentang apa yang dialami oleh seekor gajah yang terpaksa menghadapi situasi pembantaian ini, melihat seluruh anggota keluarganya dan teman-temannya musnah."

Slash mengatakan, bahwa ia mendengar langsung dari penjaga hutan di Afrika Selatan, tentang betapa mengerikannya nasib gajah-gajah liar di sana, hewan-hewan yang besar dan cerdas ini nyaris punah karena menjadi komoditas komersial.

"Situasinya sangat pelik, seekor gajah mati setiap 15 menit. Bila keadaannya seperti ini terus, gajah liar Afrika akan punah dalam 20 tahun," urai Slash.

Menurut Slash, yang bisa dilakukan orang untuk membantu adalah berhenti membeli barang-barang yang terbuat dari gading. Dia menunjukkan bahwa warga Amerika Serikat memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam masalah ini, karena AS adalah konsumen gading terbesar kedua di dunia.

"Saya merasa itu adalah sesuatu yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan," ujarnya. "Ini seperti upaya konservasi air dan tidak meninggalkan keran air terbuka sehingga air terbuang percuma. Ini adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak meminta terlalu banyak dari Anda," jelas Slash.

Informasi mengenai upaya pelestarian gajah dapat dikunjungi di situs International Fund for Animal Welfare, IFAW.org, di mana Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang kampanye perlindungan satwa liar dan memberikan donasi untuk mendukung keberhasilan program tersebut. © 2015, ABC Radio.

 


(AWP)