Sempat Kritis, Kondisi Yockie Suryoprayogo Kini Kian Membaik

Cecylia Rura    •    17 Januari 2018 11:16 WIB
yockie suryoprayogo
Sempat Kritis, Kondisi Yockie Suryoprayogo Kini Kian Membaik
Yockie Suryoprayogo yang sebelumnya dikabarkan kritis, kini kondisinya telah membaik (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Jakarta: Kondisi kesehatan musisi legendaris Yockie Suryoprayogo sempat terbaring lemah beberapa waktu lalu. Saat ini, kondisinya dikabarkan mulai membaik.

Diungkapkan oleh istrinya, Tiwi Puspitasari, kemajuan itu ditunjukkan lewat respons Yockie yang sudah bisa menggerakkan tangan kirinya. Ia pun sudah menjalani fisioterapi rutin selama dua hari sekali.

"Tangan kiri yang lemah sudah bergerak sedikit demi sedikit. Belajar duduk, walaupun harus sabar," terang Tiwi saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Januari 2018.

"Alhamdulillah sedikit demi sedikit ada kemajuan. Saya ngomong apa, dia ada respons, dia tahu," lanjutnya.

Penyakit yang diderita Yockie memang kompleks. Disebutkan selain menderita diabetes, Yocki juga menderita penyakit sirosis, stroke, hingga mengalami pendarahan. Musisi yang dikenal perfeksionis itu bahkan sempat terbaring di ruang ICCU dan bergantung pada ventilator.

Melemahnya kondisi Yockie bermula usai menggelar konser pada 11 Oktober 2017 lalu. Setelah lima hari menjalani perawatan, kondisinya mulai membaik dan dipulangkan, namun tetap menjalani perawatan di rumah dengan didampingi suster. Pada 1 November, Yockie mengalami stroke. Selama satu bulan, Yockie tak sadarkan diri.

Lewat inisiatif para sahabat, akan digelar pagelaran konser untuk Yockie Suryoprayogo dari para musisi. Bertajuk Pagelaran Sang Bahaduri, konser untuk Yockie akan diadakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada Rabu, 24 Januari 2018. Ada sekitar 24 musisi yang akan hadir tampil memeriahkan acara, antara lain Glenn Fredly, Aning Katamsi, Onc Mekel, Fadly "Padi", dan sederet musisi Tanah Air lain. Acara akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Hasil dari gelaran konser tersebut akan diberikan kepada Sang Bahaduri sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karyanya di industri musik Indonesia.


(DEV)