Pentolan Green Day Ungkap Masa-masa Menjadi Pecandu Narkoba

Agustinus Shindu Alpito    •    19 September 2016 15:22 WIB
green day
Pentolan Green Day Ungkap Masa-masa Menjadi Pecandu Narkoba
(Foto: richestcelebrities)

Metrotvnews.com, Los Angeles: Billie Joe Amstrong, vokalis sekaligus gitaris grup punk rock Green Day, menceritakan masa kelam saat menjadi pecandu narkoba.

Seperti diketahui, pada tahun 2012, Billie masuk rehabilitasi karena ketergantungan zat terlarang. Hal itu membuat promo album Green Day terganggu.

"Satu hal saat seseorang kehilangan akal sehatnya adalah mereka tidak sadar sedang kehilangan akal sehatnya. Saya berpikir hidup saya pada waktu itu normal," kata Billie kepada majalah Q, seperti dilansir Music News.

"Nyatanya, saya tidak (senormal yang dibayangkan). Saya pemakai narkoba! Dan orang tidak bertindak rasional saat mereka dalam pengaruh narkoba. Sehingga saya harus lebih mengontrol diri saya sendiri. Saya menjauhi narkoba dan saya bisa. Lalu, kami mengambil waktu untuk istirahat panjang dan itu yang kami butuhkan," ucapnya.

Masa suram yang dialami Billie itu bertepatan dengan promo album trilogi, ¡Uno!, ¡Dos! dan ¡Tré! di tahun 2012.

(Baca:
Demi Album Baru, Bassist Green Day Pelajari Teknik Dasar Bermain Bass)

Kini, Green Day kembali menunjukkan gairahnya dengan menyiapkan album baru bertajuk Revolution Radio yang akan dirilis pada 7 Oktober 2016.

Singel perdana dari album itu, Bang Bang, telah dirilis pada 11 Agustus lalu.


Billie saat ini berusia 44 tahun. Dia tidak semata berperan membesarkan Green Day, tetapi juga menginspirasi dengan karakternya yang unik dan musikalitasnya yang khas.

Ayah Billie seorang musisi jazz sekaligus supir truk. Billie kehilangan sang ayah pada 10 September 1982. Peristiwa itu lantas menginspirasi Billie melahirkan singel Wake Me Up When September Ends.


Lihat Video: Resolusi Green Day 2016: Hapus Punk Pop




 


(DEV)