Kita Kekurangan Pencipta Lagu Anak

Cecylia Rura    •    29 Juni 2018 13:13 WIB
Lagu Anak-anak
Kita Kekurangan Pencipta Lagu Anak
Endah Widiastuti (Foto: Facebook Endah N Rhesa/Nala Satmowi)

Jakarta: Belakangan lagu anak Indonesia tidak mendapat perhatian hingga timbul tenggelam. Tidak dapat dipungkiri juga hadirnya proyek Kulari ke Pantai (2018) karya Riri Riza dan Mira Lesmana kemudian memberi angin segar bagi industri film dan musik anak-anak.

Endah Widiastuti dari Endah N Rhesa merasakan bagaimana perkembangan lagu-lagu anak di Indonesia. Dimulai dari zaman Ibu Sud dan Pak Kasur, kemudian Bondan Prakoso, Ria Enest, Trio Kwek Kwek, Tasya, hingga Sherina yang muncul di awal 2000-an. Setelah Sherina, belum ada ikon baru yang membunyikan gaung musik anak.

"Sekarang mungkin tingkatnya sedang digalakan lagi sama Kulari ke Pantai dari Mira Lesmana dan Mas Riri Riza, bekerja sama dengan BEKraf itu juga sedang digalakan lagi lagu anak-anak. Dan yang saya suka mereka baru juga membuka kompetisi untuk lagu anak-anak, karena belakangan orientasi lagu anak-anak perlu ada penyesuaian karena jarangnya pencipta lagu anak juga. Kalau pun ada tidak terekspos ke mana-mana. Jadi perlu manuver-manuver baru untuk memotivasi dan memancing penyanyi dan pencipta lagu anak," kata Endah saat ditemui Medcom.id di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Juni 2018.

Selain penyanyi cilik, pencipta lagu anak-anak juga terbilang sedikit. Bahkan dikatakan nyaris tidak ada lagi sebelum proyek Kulari ke Pantai lahir.

"Kalau penyanyi cilik sepertinya banyak ya karena banyak ajang-ajang kan. Kalau di era-era tanda kutip milenial dan kompetisi online (Instagram dan YouTube) atau televisi bisa banyak melahirkan penyanyi anak. Tapi sebenarnya bukan itu ekor masalahnya. Kita selalu punya penyanyi, tapi mungkin pencipta lagunya yang kurang. Itu sebenarnya yang perlu dimotivasi," kata Endah.

Film dan lagu anak-anak setelah era Petualangan Sherina tampak tenggelam. Jarang ada musisi atau musisi zaman sekarang yang tergerak untuk membuat lagu anak. Sehingga, beberapa tahun belakang anak-anak lebih hapal dengan lagu-lagu pop bertema cinta yang terlalu banyak disuguhkan di industri musik Indonesia.

Endah N Rhesa sendiri sudah pernah terlibat proyek music scoring untuk film anak Cita-citaku Setinggi Tanah (2012) arahan sutradara Eugene Panji. Namun, kembali lagi gaung dari film dan lagu anak tersebut belum terdengar luas karena kurang diekspos.

"Sebenarnya kita sudah pernah kerja sama dengan film, Cita-citaku Setinggi Tanah, dan kita keluar album yang waktu itu yang lagu-lagunya fit-in sama anak-anak, tapi mungkin belum disebarluaskan. Mungkin ada tapi saya enggak mau banyak janji. Mungkin bisa jadi tergantung bagaimana kami nanti berkreasi," kata Endah.

Endah mengatakan kurang lebih ada sekitar lima buah lagu.

"Kurang lebih lima lagu, bercerita tentang layang-layang, sahabatku tiada duanya, cita-cita, pagi hari. Cuma memang belum ada di digital, nanti coba saya pikirkan menerbitkan versi digital. Kami enggak berani janji ya, karena kami berdua sangat bebas banget. Bisa berubah-ubah," kata Endah.

Baca juga: Indonesia Darurat Film Anak

 




(ASA)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

6 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA