Invitation to the Dance

Kolaborasi 'Mewah' JOC Bersama Isyana Sarasvati dan Jonathan Kuo

Cecylia Rura    •    01 Februari 2018 13:01 WIB
konser musikisyana sarasvati
Kolaborasi 'Mewah' JOC Bersama Isyana Sarasvati dan Jonathan Kuo
Invitation to the Dance (Foto: medcom/cecylia)

Jakarta: Panggung musik klasik orkestra bertajuk "Invitation to the Dance" digelar di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, pada Rabu (31/1/2018) malam. Konser orkestra yang digagas oleh konduktor musik Avip Priatna yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan The Resonanz Music Studio (TRMS), menggandeng 55 musisi dalam grup orkestra Jakarta Concert Orchestra (JOC) untuk berkolaborasi dengan penyanyi sopran Isyana Sarasvati dan pianis muda berbakat Jonathan Kuo.

Ada sembilan tarian musik karya seniman klasik yang akan dipimpin oleh konduktor musik Avip.
Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dibuka oleh penampilan Jakarta Concert Orchestra dipimpin Avip Priatna membawakan tarian musik pertama, Spanish Dance No. 1 karya Manuel de Falla (1876-1946). Sukses menuai tepuk tangan penonton, Avip berbalik dan menunduk sebagai ucapan salam sapa kepada penonton.


Konduktor musik Avip Priatna dan Jakarta Orchestra Concert (JOC) di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/1/2018). (Foto: Cecylia Rura)

Selang dua menit, Avip bersama JOC membawakan komposisi musik orkestra yang ditulis komponis asal Jerman Carl Maria von Weber (1786-1826) yang sekaligus menjadi tema acara, Invitation to the Dance. Tanpa ada sepatah kata yang keluar dari Avip, permainan Invitation to the Dance dimulai lewat gesekan melodi dua cello yang bersahut-sahutan dengan seruling, disusul melodi gesekan biolin. Tempo permainan musik semakin cepat dan membunyikan nada konstan. Penonton tampak terhenyak menikmati tarian musik dari JOC.


Pemain cello Jakarta Orchestra Concert (JOC) dalam konser Invitation to the Dance di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/1/2018). (Foto: Cecylia Rura)

Sekitar 20 menit berselang, tarian musik ketiga Pavane karya Gabriel Faure (1845-1924) dimainkan. Tarian kali ini cukup singkat dan hanya berselang sembilan sampai sepuluh menit.

Tepat pukul delapan malam, dilanjutkan dengan permainan tarian musik Panen Raya karya seniman Fero Aldiansyah Stefanus (1988), satu-satunya inpirasi dari musik Indonesia. Kesempatan ini menjadi penampilan perdana Panen Raya dibawakan ke atas panggung musik. Menariknya, perkusi rebana dan gendang diberi kelonggaran mendominasi suara panggung sejenak. Terdengar, melodi musik tradisional budaya Indonesia di ujung Barat menggambarkan nada-nada khas.

Pada penampilan kelima, ditampilkan pianis muda berbakat Jonathan Kuo membawakan Totentanz karya Franz Lizt (1811-1886). Karya ini merupakan salah satu tarian musik spesial dalam Invitation to the Dance.

Pianis muda Jonathan Kuo saat berkolaborasi dengan Avip Priatna dan JOC di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/1/2018). (Foto: Image Dynamics)

Totentanz bercerita tentang tarian kematian. Oleh karenanya, Jonathan mengawalinya dengan memainkan nada eksperimental diselingi gelegar bunyi gesekan biolin dan cello. Ia tampak sangat bergairah sekaligus menahan emosi saat jemarinya memainkan nada-nada tinggi. Permainan Jonathan sekaligus menjadi penutup sesi pertama sebelum konser diistirahatkan sejenak selama 25 menit.


Jonathan Kuo usai berkolaborasi dengan Avip Priatna dan JOC di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/1/2018). (Foto: Cecylia Rura)

Pada sesi kedua ditampilkan tarian musik dengan inspirasi kedaerahan Norwegian Dances, Op 35 karya seniman Edvard Hagerup Grieg (1843-1907). Tarian ini dimulai sekitar pukul 20.48 WIB dan berlangsung selama sembilan menit. Jarum jam mendekati pukul 21.00 WIB malam. Penonton tampak tak sabar mendengar penampilan dan gelegar suara sopran dari solois Isyana Sarasvati. Tak berlama-lama menanti, Isyana yang dinantikan muncul dalam balutan gaun panjang serba putih membawakan Les filles de Cadix karya Leo Delibes (1836-1891). Dengan diiringi tarian musik biolin dan cello berima, Isyana mengalunkan nada-nada sopran diikuti mimik wajah ceria menikmati alunan melodi dari JOC.


 Isyana Sarasvati dalam konser Invitation to Dance di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/1/2018). (Foto: Cecylia Rura)

Penyanyi asal Bandung tersebut kemudian menunjukkan kepiawaian bermusiknya dalam karya kedua, Fruhlingsstimmen - Walzer, Op 410 karya Johann Strauss II (1825-1899). Tarian musik ini merupakan tarian waltz yang menenangkan, yang kembali membuat penonton terhenyak.


Isyana Sarasvati berkolaborasi dengan Avip Priatna dan JOC di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/1/2018). (Foto: Image Dynamics)

Mendekati menit terakhir Isyana mendengungkan suara soprannya. Penonton seketika memberikan tepuk tangan terkeras. Beberapa ada yang bersemangat tepuk tangan sambil menahan diri untuk berdiri memberikan standing applause.

Arah jarum jam menunjukkan pukul 21.23 WIB, Isyana tuntas menyelesaikan tugasnya menghibur penonton. Karya terakhir Danse Bacchanale yang ditulis Camille Saint-Saens (1835) dijadwalkan sebagai karya terakhir yang ditampilkan Avip bersam JOC. Sontak permainan musik terdengar sudah tak begitu menarik perhatian, namun penonton masih was-was dengan permainan penutupnya. Benar saja, Avip dan JOC memberikan satu kejutan tarian musik sebagai bonus. Sayangnya, tak disebutkan nama tarian musik yang menjadi penutup acara tersebut.

Di penghujung acara, Avip mengundang Isyana Sarasvati beserta Jonathan Kuo naik ke atas panggung. Mereka dengan kompak kemudian membungkuk sebagai tanda pamit kepada para penonton. Panggung teater kemudian ditutup sekitar pukul 21.47 WIB.


 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

5 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA