Paul McCartney Kenang Konser Bersejarah The Beatles di Amerika

Agustinus Shindu Alpito    •    25 Agustus 2016 17:27 WIB
the beatles
Paul McCartney Kenang Konser Bersejarah The Beatles di Amerika
The Beatles (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Paul McCartney dan Ringo Starr kembali menceritakan peristiwa bersejarah nan ikonik soal The Beatles. Mereka berkisah tur yang dihentikan akibat terlalu riuhnya suara penggemar setiap konser The Beatles di Amerika, pada tahun 1966.

Dalam video dokumenter terbaru The Beatles, Eight Days A Week: The Touring Years, Starr menjelaskan bahwa sebenarnya The Beatles tak ingin tur mereka berhenti.

"The Beatles tidak pernah pergi dan kami akan kembali," kata Starr.

Nyatanya, The Beatles tidak memenuhi janjinya. Dia kembali naik panggung pada tahun 1969, untuk tampil di rooftop kantor pusat Apple di Savile Row, London, Inggris.

"Kami benar-benar muak ditempatkan di balik kotak baja," kata Paul merujuk pada mobil lapis baja yang mengangkut para personel The Beatles agar terhindar dari serbuan penggemar yang liar.

Popularitas di Amerika Serikat memang di luar dugaan para personel The Beatles. Candlestick Park, lokasi konser bersejarah The Beatles di Amerika Serikat dianggap sebagai saksi bisu puncak kejayaan grup musik asal Liverpool itu. Ketenaran itu juga disebut sebagai salah satu pemicu perselisihan antar personel The Beatles.

“Kami berkonflik, kami sedikit muak di akhir-akhir (tur) itu,” kata McCartney.

Pada era itu, teknologi belum seperti saat ini. Pengeras suara masih terbatas kemampuannya. Problem yang ada, para penggemar terus menjerit histeris hingga para personel The Beatles di atas panggung tak mampu mendengar musik yang mereka mainkan.

Ringo Starr saat itu bahkan bermain drum dengan mengamati gerakan pundak para personel, karena tak mampu mendengar suara gitar, bass, juga vokal.

"Kami menggunakan peralatan rumahan, dengan amplifier yang besar, dan saya hanya bisa melihat punggung mereka (personel The Beatles lainnya) karena saya tidak mendengar suara musik. Saya memerhatikan pundak mereka untuk mengetahui lagu sampai di mana. Menurut opini saya, kami tidak bermain dengan baik pada waktu itu,” kata Starr.

Sementara itu Paul McCartney mengaku terkejut dengan reaksi penggemar yang begitu masif.

"Awalnya, jeritan dari penggemar terdengar menyenangkan. Seperti senang ketika orang minta tandatangan, mengajak foto, dan hal semacam itu. Tetapi setelah sekian lama, itu terasa sangat membosankan,” kata McCartney.

“Seperti yang diceritakan Ringo, jeritan penggemar membuat musik yang dimainkan tidak terdengar. Sehingga kami menyesuaikan permainan dengan saling melihat gerak tubuh,” kenangnya.

Eight Days A Week: The Touring Years disutradarai oleh Ron Howard dan akan dirilis mulai 15 September 2016.

 


(ELG)