Paduan Suara Dialita Rilis Album Bersejarah

Agustinus Shindu Alpito    •    16 Agustus 2016 10:14 WIB
musik
Paduan Suara Dialita Rilis Album Bersejarah
(Foto: Dokumentasi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Dialita mungkin terdengar asing. Namun, mereka adalah para penjaga pelita harapan penyintas korban tragedi 1965. Harapan untuk bisa hidup dalam kedamaian dan kemerdekaan secara penuh.

Dialita merupakan singkatan dari kalimat "Di atas lima puluh tahun," sebuah kelompok paduan suara yang digagas mantan tapol perempuan. Mereka mencoba kembali menelusuri karya lagu yang dihasilkan para tapol dalam masa tahanan.

Menulis lagu di dalam tahanan bukan hal mudah. Para tapol harus sembunyi-sembunyi menulis lirik, atau hanya merekamnya baik-baik dalam ingatan.

Utati, salah satu bagian Dialita sempat mengungkapkan kepada Metrotvnews.com, bahwa dia harus berjuang dengan ingatannya untuk kembali mengingat lirik dan nada dari lagu-lagu yang pernah diciptakannya ketika di dalam sel.

Dengan berbagai bantuan yang ada, Dialita merekam sepuluh lagu, dan mengemasnya dalam album berjudul Dunia Milik Kita. Album itu melibatkan sejumlah musisi lain, di antaranya Frau, Cholil Mahmud, Sisir Tanah, dan Kroncongan Agawe Santosa.

Album tersebut dapat diunduh gratis melalui situs www.yesnowave.com.

"Album ini bertujuan sebagai 'silent monument tragedi 1965,' yaitu sebuah monumen yang akan mengingatkan kita untuk menyampaikan kepada publik tentang kebenaran sejarah masa lalu dan mencegah terjadinya peristiwa serupa oleh karena ketidaktahuan sejarah. Semangat kemerdekaan bangsa Indonesia dijadikan sebagai momen tepat untuk mendistribusikan lagu-lagu Dialita yang direkam pada bulan Maret lalu dengan dukungan dari Indonesia Visual Art Archive (IVAA)," seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com.

Kisah para penyintas dan perjuangan Dialita dalam berkesenian dapat dibaca dalam artikel Dialita Berjuang Mengais Lagu-Lagu Tapol 65


(DEV)