Mengenang George Harrison, Duka di Ujung November

Agustinus Shindu Alpito    •    30 November 2016 14:50 WIB
the beatles
Mengenang George Harrison, Duka di Ujung November
George Harrison (Foto: via playbuzz)

Metrotvnews.com, Jakarta: Akhir November punya cerita tersendiri bagi para penggemar The Beatles. Gitaris ikonik itu tutup usia pada 29 November 2001. Kesehatan George memang turun sejak mengidap kanker paru-paru.

Popularitas George seolah tertutup bayang-bayang Paul McCartney dan John Lennon. Tetapi, personel termuda The Beatles ini tetap menyimpan pesona yang digandrungi Beatlemania.

Meski menyandang sebutan “The Quiet Beatle,” sebenarnya George tidak benar-benar seorang pendiam. "Dia tidak pernah diam. Dia adalah sosok teman mengasyikkan yang Anda dapat bayangkan," kata Tom Petty, rekan George di supergrup Traveling Wilburys.

Gitaris kelahiran 25 Februari 1943 ini memang tak memberi banyak lagu dalam katalog The Beatles. Tetapi dia ikut mencetak sejarah dengan menulis hit Something. Beberapa lagu ciptaan George lainnya adalah Taxman, Within You Without You, dan Here Comes the Sun.

Lucunya, tidak banyak yang mengetahui bahwa Something adalah ciptaan George. Bahkan, Frank Sinatra di era 1970-an pernah mengatakan bahwa Something adalah lagu cinta terbaik yang pernah ditulis, dia lantas memuji Lennon dan McCartney sebagai penulis lagu Something. Sinatra salah, George penulis Something sebenarnya.


George Harrison (Foto: rollingstone)

Something disebut-sebut menjadi lagu The Beatles ke-dua yang paling banyak dinyanyikan ulang. Posisi pertama hal itu dipegang oleh lagu Yesterday.

Bungsu dari empat bersaudara itu tumbuh di Liverpool. Pada usia remaja, tepatnya di tahun 1959, George telah punya band bernama The Rebels. Sang ibu membelikan George gitar seharga 3 poundsterling. Tidak perlu waktu lama bagi George untuk menguasai instrumen itu.

Berjodoh dengan McCartney dan Lennon

George pertama kali bertemu dengan McCartney di bis sekolah. Saat itu, usia George 11 tahun dan McCartney satu tahun lebih tua.

Di usia 14 tahun, aksi gitar George telah memukau. Di waktu bersamaan, grup musik pimpinan John Lennon, The Quarrymen butuh gitaris. Singkat cerita, McCartney yang waktu itu sudah mengenal Lennon merekomendasikan George.

Lennon tertarik, tetapi usia George masih dianggap terlalu muda. Namun, pada akhirnya Lennon tetap memilih George. Keberadaan Lennon, McCartney, dan George dalam satu band ini merupakan awal dari kelahiran The Beatles.


The Beatles (Foto: ist)

Sosok George dikenal beda dari tiga personel The Beatles lainnya karena memiliki ketertarikan tinggi terhadap dunia spiritual, dia dikenal tertarik terhadap ajaran Hindu. Di usia 22 tahun, George memutuskan menjadi vegetarian.

Ketertarikan George terhadap Hindu dan kultur India membawanya terbang ke India pada tahun 1966. Di India, George belajar bermain sitar hingga berlatih yoga.

Kepergian George ke India tidak sia-sia. Dia mengimplementasikan gaya musik India di lagu Within You Without You yang terdapat dalam album legendaris The Beatles, Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band.

Lompat ke pertengahan 1990-an, George didiagnosa menderita kanker. Dia menyalahkan masa-masa saat jadi perokok atas penyakit itu. Pada tahun 2001, George menjalani operasi untuk menekan pertumbuhan kanker di paru-paru.

Tiga pekan sebelum meninggal, George sempat bertemu Ringo Starr dan McCartney di New York. Sayangnya, itu adalah pertemuan terakhir ketiganya.



Jenazah George dikremasi di Hollywood Forever Cemetery. Abunya disebar di sungai Gangga, dan Yamuna, India, dengan upacara tradisi Hindu.

15 tahun berlalu, kepergian George tetap dikenang. Hingga kini dan nanti, George tetap menjadi bagian penting dari sejarah musik dunia. Sosok musisi yang eksentrik bukan saja dari musikalitasnya saja, tetapi juga dari gaya hidupnya.


(ELG)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA