Java Jazz Festival 2018 Dianggap Kurang Jazz, Begini Jawaban Penyelenggara

Purba Wirastama    •    28 Februari 2018 20:06 WIB
java jazzjava jazz festival 2018
Java Jazz Festival 2018 Dianggap Kurang Jazz, Begini Jawaban Penyelenggara
Dewi Gontha (empat dari kanan) bersama pihak panitia dan sponsor Java Jazz Festival 2018 (medcom.id_purba wirastama)

Jakarta: Ada anggapan dari sebagian orang bahwa Java Jazz Festival 2018 tidak terasa 'jazz' karena sejumlah penampil utama lebih lekat dengan aliran musik lain, seperti Goo Goo Dolls dan Daniel Caesar. Direktur utama Java Festival Production Dewi Gontha menyebut bahwa keragaman musik para penampil merupakan bagian dari ekplorasi festival atas turunan jazz.

"Banyak pertanyaan, misalnya kenapa artisnya tak seperti dulu, tetapi seperti sekarang," kata Dewi dalam jumpa pers di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu 28 Februari 2018.

"Kami sadar bahwa setelah 14 tahun, kami harus eksplorasi. Banyak sekali turunan dari jazz. Makanya ada nama seperti Lauv, Daniel Caesar, Goo Goo Dolls. Itu masih ada keterkaitan," imbuhnya.

Menurut Dewi, sebenarnya banyak artis lain yang masih berkaitan erat dengan jazz. Misalnya Lee Ritenour, Matthew Whitaker, Avery Sunshine, Maysa Leak and the Brian Simpson Band. Dewi menyebut banyak orang tidak melihat hal ini.

Java Jazz Festival 2018 Usung Tema Keberagaman Musik Jazz

Ada sebagian penampil yang terhitung muda. Kombinasi dan kolaborasi sejumlah aliran dan usia penampil diakui sebagai upaya untuk meremajakan salah satu festival jazz terbesar ini.

"Nama-nama itu kami akomodir, bahwa festival musik kami tetap jazz, bahwa kami mau tak mau harus kombinasikan dengan turunannya supaya kami bisa menarik generasi muda. Saya dan para penonton Java Jazz dari tahun-tahun lalu memang sudah bertambah umur, maka tahun ini kami ingin mengajak orang yang umurnya 18-25," tutur Dewi.

Java Jazz Festival 2018 Sasar Penonton Muda lewat Daniel Caesar

"Lima tahun ke depan, mereka akan jadi target utama kami. Kalau misal tidak dari sekarang, mereka akan selalu beranggapan bahwa Java Jazz itu hanya untuk orang sudah berumur. Untuk bisa edukasi musik, mau enggak mau kami harus membuat program untuk teman-teman yang lebih muda," lanjutnya.

Java Jazz Festival edisi ke-14 akan digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta selama tiga hari pada 2-4 Maret 2018. Total ada 11 panggung luar dan dalam ruangan dengan lebih dari 50 penampil, yang sebagian akan berkolaborasi. Sejumlah bintang tamu antara lain Goo Goo Dolls, Daniel Caesar, Lauv, Dionne Warwick, JP Copper, dan Jhene Aiko.

Selain itu, akan ada penampilan menarik dari sejumlah menteri dari Kabinet Kerja RI yang bergabung dalam grup Elek Yo Band.

Tiga Lagu Melow Siap Dibawakan Elek Yo Band di Java Jazz

 


(ELG)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA