Dian Pramana Poetra Peringatkan Pecandu Narkoba lewat Lagu

Agustinus Shindu Alpito    •    28 Desember 2018 10:31 WIB
artis meninggalmusisi meninggal
Dian Pramana Poetra Peringatkan Pecandu Narkoba lewat Lagu
Dian Pramana Poetra saat tampil di Java Jazz Festival 2015 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Jakarta: Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air jelang akhir 2018. Musisi legendaris Dian Pramana Poetra tutup usia, pada Kamis 27 Desember 2018. 

Dian kita ketahui bersama sebagai penulis lagu yang sering melahirkan hit-hit tak lekang oleh zaman. Salah satunya adalah lagu berjudul Melayang, yang ditulis Dian bersama Deddy Dhukun.

Melayang dipopulerkan oleh January Christy, pada era 1980-an.

Lagu ini lahir dari keprihatinan Dian dan Deddy atas candu narkoba yang digandrungi muda-mudi era 80-an. 

Pada 2016, saya berkesempatan mewawancarai Dian terkait proses kreatif lagu itu. 

"Kami prihatin melihat lingkungan kami yang semuanya nge-drugs. Sudah ada nabi-nabi yang mengingatkan manusia, namun tidak mempan. Akhirnya kami himbau dengan lagu, Deddy Dhukun bikin liriknya dengan ajaib. Saya ingat dulu kami bikin lirik di studio langsung, dan kami bercanda matanya juling-juling seolah-olah kami sedang 'melayang,'" ujar Dian.

Pada masa itu, musik jazz belum mendapat respons sebaik musik pop. Namun, Dian dan Deddy secara nekat mengemas lagu Melayang dengan membubuhkan unsur jazz.

"Pada masa lalu itu, musik jazz sulit diterima. Sehingga waktu kami mengeluarkan album Melayang, produser, arranger, dan pencipta lagu khawatir. Tetapi Tuhan membukakan pintu langit untuk kami, bahkan hingga mendapat award untuk kategori pencipta lagu, penulis lirik, dan penjualan album terbesar,” tukas Dian.

Dian dan Deddy secara implisit menggambarkan narkoba jenis ganja sebagai "asap nirwana." Istilah itu mereka masukkan ke dalam lirik lagu. Pada bagian akhir lagu, Dian dan Deddy kembali memperingatkan bahwa kenikmatan semu itu tidak berujung pada sesuatu yang pasti.

"Sekejap tenggelam, kharismamu menghilang. Tak tahu apa yang terjadi, semua tak pasti," bunyi penggalan akhir lagu Melayang.

Dalam berbagai kesempatan, Dian tak jarang menyinggung soal narkoba. Seperti yang terjadi saat dia tampil di panggung Java Jazz Festival 2015. Kala itu, dengan tegas Dian menyatakan sikapnya bahwa narkoba adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.

"Lagu ini untuk musisi yang menggali kuburannya sendiri. Musibah drugs tidak bisa ditolerir," kata Dian di atas panggung, sebelum menyanyikan Melayang.

January Christy sendiri, sebagai orang yang mempopulerkan lagu ini telah berpulang pada tahun 2016. 
 


(ASA)