Rusuh Konser Metallica di Jakarta 1993

Kenangan Andre "Siksakubur" jadi Korban Kerusuhan Metallica

Cecylia Rura    •    10 April 2018 12:00 WIB
Rusuh Konser Metallica di Jakarta 1993
Kenangan Andre
Andre Tiranda, gitaris Siksakubur (Foto: YouTube Sinema Pinggiran)

Jakarta: April 1993 menjadi momen sakral bagi para penikmat musik metal Indonesia ketika 'tetua' mereka, grup musik Metallica pertama kalinya bertandang ke Tanah Air. Selama dua hari, pada Sabtu, 10 April 1993 dan Minggu, 11 April 1993 grup musik yang saat itu digawangi James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammet, dan Jason Newsted menggelar aksi panggung di Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Konser diselenggarakan oleh promotor AIRO yang dipimpin oleh Setiawan Djody.

Andre Tiranda dari grup musik metal asal Jakarta Timur, Siksakubur adalah bagian dari sejarah musik fenomenal itu. Usianya saat itu masih 15 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SMP. Hadir selama dua hari dalam perhelatan musik cadas itu, Andre sekaligus menjadi saksi bagaimana kerusuhan itu bak kubang api dan neraka.


Salah satu korban dalam kerusuhan konser Metallica dievakuasi (Foto: The Jakarta Post, 12 April 1993)


"Gila, api di mana-mana, kebakar semua-semua," kata Andre kepada Medcom.id pada Minggu pagi, 8 April 2018.

Dari memori yang dibagikannya kepada Medcom.id, kerusuhan itu tak hanya disebabkan oleh para penggemar fanatik yang tak memiliki tiket masuk. Kericuhan itu semakin semarak disebabkan oleh keributan antar sekolah.

"Gue dari hari pertama datang udah rusuh. Ada yang bilang karena ada yang enggak bisa masuk, terus ada juga yang ribut antar sekolahan, antara SMA sama STM," terangnya.

Andre sendiri telah bersiap sejak pukul 15.00 WIB di hari pertama. Sejak band pembuka acara, Rotor main, kerusuhan itu sudah parah.

"Gue dateng udah chaos sih, parah," imbuhnya.

Untuk tiba di Stadion Lebak Bulus, Andre memiliki kenangan tersendiri. Ia bersama kawan-kawannya menggunakan transportasi angkutan umum di hari pertama. Di hari kedua, pengamanan diperketat dan seluruh kendaraan diberhentikan di beberapa titik sebelum memasuki area Stadion Lebak Bulus.

"Distop di Hotel Papillon, dari arah Fatmawati distop di perempatan Rumah Sakit Fatmawati. Itu udah steril kayak udah dibarikade pada hari kedua."

Beruntung bagi Andre, saat itu tiket konser Metallica masih dibelikan oleh orangtua. Sementara harga tiket konser saat itu dipatok berkisar Rp30 ribu hingga Rp150 ribu. Nominal harga yang sangat mahal untuk era itu.

"Hari pertama nonton festival, hari kedua di VIP," kata Andre.


ABRI sedang melakukan pengecekan tubuh para penonton Metallica di Lebak Bulus, Jakarta, 1993 (Foto: Media Indonesia/Gino Franki Hadi)


Ketika itu, semua penonton diperlakukan sama tanpa memandang jenis tiket yang mereka beli. Pasukan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) saat itu memberlakukan pengamanan ketat dan bersikap tegas pada para pasukan tentara yang usianya pun saat itu masih terbilang cukup muda.

"Gua korban kekerasan sama penonton, gue anak SMP kelas 3 gua dipukulin," terang Andre dengan nada cukup tinggi.

Di hari kedua, kekerasan itu berlanjut ketika penonton yang masuk disuruh jongkok. Apabila ada yang berdiri sebelum memasuki stadion, tongkat rotan spontan dilayangkan. "Ada yang lari disabet pakai rotan."

Sejatinya anak metal yang menyaksikan idolanya, Andre berdandan layaknya pecinta musik cadas. Hal ini ternyata ikut mempersulit Andre untuk bisa pulang ke rumah. Berbagai moda transportasi enggan mengangkut Andre beserta kawan-kawan.

Dari Lebak Bulus sekitar pukul 23.00 WIB Andre berjalan kaki menuju rumahnya di Pamulang, Tangerang Selatan. Andre dan kawan militannya tiba di Pamulang sekitar pukul 05.00 WIB dan masih menyempatkan diri menyantap bubur ayam.

Meski terkesan pilu, Andre mengaku puas dapat menyaksikan Metallica yang saat itu sedang naik daun dan tegas menyuarakan esensi musik militan. Dua hari yang berharga dan tak terlupakan meski dinodai peristiwa kerusuhan.

Konser itu baginya juga sebagai pertanda tidak mudah menjadi bagian dari anak metal.

"Itu sebenarnya sebuah pesan, kalau enggak gampang mau nonon Metallica. Lo jadi anak metal saat itu sangat tidak gampang. Pakai baju metal dianggap satanic. L0 pakai baju metal dianggap rusuh," kata Andre.

Pengaruh Metallica dan Pegeseran Esensi Musik Metal

Andre absen pada kedatangan Metallica yang kedua kalinya di bulan Agustus 2013. Saat itu, grup musik Siksa Kubur mengadakan konser di Samarinda. Minat Andre yang sempat menggilai musik Metallica pun disebutkan sempat turun. Sebab, Andre berpendapat Metallica di era 2000-an nyaris kehilangan esensi perlawanan militan yang menjadi darah kental dalam musik metal.

Metallica semakin besar dan namanya kian populer. Tak mengenal jenis musik metal, tak dianggap beken. Penggemar pun menjadi semakin beragam, yang bahkan mereka hanya mengetahui satu judul lagu sudah sangat berbangga hati.


Aksi Metallica di Lebak Bulus, Jakarta, 1993 (Foto: MAJALAH HAI)

Metallica bagi Andre adalah grup musik melegenda dengan gaya bermusik independen dan mampu menarik minat bermusik banyak orang.

"Metallica itu revolusioner. Saat itu kan mereka band ekstrem metal pertama yang bisa menembus mainstream segitu gilanya, dapat Grammy, dapat American Music Awards, album terjual puluhan juta kopi untuk Black Album-nya. Lagunya juga gua putar setiap hari di sini. Jadi, ya itulah Metallica band metal terbesar di dunia saat itu. Enggak ada yang sebesar mereka sampai sekarang."

Kendati diwarnai kerusuhan, perhelatan konser Metallica di tahun 1993 tidak sebanding dengan aksi panggung mereka di Indonesia pada 2013.

"Konsernya eggak dipotong tetap full show. Puas. Metallica '93 enggak bisa dibedain sama Metallica 2013. Metallica 2013 udah bawa nama besar aja. Kayak banyak band tua di Indonesia."

"Buat gua sangat memorable, gua tahu album mereka dari A sampai Z waktu itu. Bukan poser, bukan juga (penonton) yang datang enggak tahu apa-apa," tutup Andre.

 


(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

6 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA