Tur Konser, Investasi Bagi Grup Musik dan Penyanyi

Agustinus Shindu Alpito    •    12 September 2016 13:17 WIB
industri musik
Tur Konser, Investasi Bagi Grup Musik dan Penyanyi
(Foto: Metrotvnews.com/ Agustinus Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam satu tahun ini, Juni Records, perusahaan rekaman yang digagas Raisa, menggelar dua tur.

Pertama, Taifun Tour dari grup rock Barasuara, kemudian Handmade Tour dari Raisa yang segera digelar pada Oktober mendatang.

Tur bagi grup musik dan penyanyi di Indonesia belum terlalu populer. Selain memakan biaya tinggi, tur menuntut persiapan mental dan teknis. Menurut CEO Juni Records, Ardy Boim, tur merupakan bagian penting yang harus dibangun dalam karier musisi.

(Baca: Anya dan Kenangan Masa Jaya Base Jam)

"Tur itu penting, ketika seorang artis rilis album, tentu dia punya visual performance di panggung seperti apa, bagaimana visualnya yang tepat untuk menyampaikan lagu. Mengapa kami bersusah payah membuat tur Barasuara dan Raisa? Karena kami pengin maksimal, memberi pemahaman akan karya. Kemudian penggemar jadi lebih tertarik untuk lebih dekat, membeli merchandise, datang ke konser reguler, mengikuti kami di media sosial, itu jangka pendek," kata Ardy kepada Metrotvnews.com, belum lama ini.

"Jangka panjangnya, kami sebagai promotor dan label, kami berharap teman-teman musisi lain juga melakukan hal sama. Musik di Indonesia menurut gue agak berbeda industrinya. Musik dianggap part sebuah brand, tur juga bisa dianggap jadi part sebuah brand, tetapi dengan tur setidaknya kita punya konsep. Beda dengan konser reguler, promotion dulu dari brand baru konsep. Atau bahkan konsep ditempatkan di nomor ke sekian."

Dengan menggelar tur, musisi punya keleluasaan lebih untuk mengatur sendiri apa yang menurutnya ideal dalam menyampaikan pesan.

"Tidak perlu tur besar, tur kecil dengan skala produksi kecil tidak masalah, yang penting pesannya tersampaikan. Juni Records ke depan terbuka ingin bisa membantu teman-teman yang lain untuk tur, entah Kunto Aji, RAN, Tulus, atau sharing dengan musisi lain soal tur.”

Sayangnya, Ardy mengungkapkan bahwa tur konser bukan jaminan pemasukkan finansial yang besar bagi musisi. Hal ini beda jika dibandingkan dengan para musisi dunia yang mendapat pendapatan tertinggi dari tur. Sebab itu, Ardy menganggap tur adalah sebuah investasi.

“(Finansial) Itu yang berat, biaya produksi tinggi, tiket enggak bisa mahal, target pendek at least meningkatkan kedekatan dengan penggemar. Menurut gue, tur ini seperti investasi, karena dampaknya jangka panjang, juga investasi untuk musik Indonesia,” tutup Ardy.

Handamde Tour akan menyambangi lima kota, yaitu di El Dorado-Bandung (7 Oktober), The Hall-Surabaya (19 Oktober), UMM Dome-Malang (22 Oktober), Best Western Hotel-Solo (26 Oktober), dan Sahid Hotel-Yogyakarta (29 Oktober). Sesuai judul tur, Raisa akan membawa seluruh materi dari album terbarunya, Handmade.




 


(DEV)