Konser di Indonesia, David Foster Puji Lagu Glenn Fredly dan Yura Yunita

Pythag Kurniati    •    25 Maret 2018 13:36 WIB
david foster
Konser di Indonesia, David Foster Puji Lagu Glenn Fredly dan Yura Yunita
(Foto: Pythag Kurniati)

Karanganyar: Impian pemerintah memanfaatkan bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu untuk tempat konser berkelas internasional telah terwujud. Sabtu malam, 24 Maret 2018, David Foster dan sejumlah penyanyi lainnya sukses memukau publik di bangunan bersejarah yang kini dinamakan De Tjolomadoe itu.

Komposer legendaris asal Kanada David Foster tampil selama 2,5 jam dengan membawakan tak kurang dari 20 lagu. Konser bertajuk Hitman David Foster and Friend malam itu berlangsung meriah. Sekitar 3 ribu penonton tampak antusias menyaksikan pertunjukan hingga akhir.

David tampil bersama Brian Mcknight dan empat penyanyi Indonesia, Yura Yunita, Shandy Sandoro, Dira Sugandi, dan Anggun C Sasmi. Lagu-lagu lawas seperti Unbreak My Heart, All By My Self, You're The Inspiration, I Swear, dan One Last Cry mengajak para penonton bernostalgia.

Tak hanya lagu karya David, mereka juga membawakan lagu karya Yura dan Anggun.

Yura bersama David membuka konser dengan lagu Cinta dan Rahasia yang dipopulerkan Yura dan Glenn Fredly. Lagu tersebut mendapatkan pujian dari David.

"Ini lagu yang cantik. Saya suka bagian reffrainnya," ujar David.

Diva asal Indonesia, Anggun juga mmemukau penonton dengan tembang When We Remember, Mimpi, dan Snow on The Sahara.

Di akhir acara, seluruh penampil berdiri di atas panggung menyanyikan lagu September sebagai penutup konser. Menteri BUMN Rini Soemarno dan para pejabat BUMN pun turut tampil ke atas panggung.

Terpukau Tempat Pementasan

Dalam jumpa pers, David Foster mengaku bangga berkesempatan tampil di bangunan bersejarah yang kini dinamai di De Tjolomadoe, Karanganyar itu. Dia menyukai lokasi bangunan yang dulunya merupakan pabrik gula besar di Indonesia.

Pabrik Gula Colomadu dibangun pada 1861 oleh Mangkunegara IV.  Pada era keemasan, sekitar 1928, pabrik gula ini menjadi salah satu eksportir dunia.

"Saya rasa sangat bagus. Saya suka Indonesia. Apalagi di sini pernah menjadi salah satu pabrik gula terbesar di dunia," ungkap David Foster.

David mengatakan, beberapa kali dirinya tampil di tempat-tempat yang memiliki nilai histori yang kuat. Beberapa di antaranya berlokasi di Eropa dan Amerika.

Terpisah, Menteri BUMN Rini Soemarno memaparkan, konser bertaraf internasional ini terlaksana berkat sinergi BUMN.

David Foster, lanjutnya, dipilih untuk menarik atensi internasional.

"PG Colomadu ini dulu pernah menjadi pabrik besar di dunia. Jadi saya percaya concert hall ini juga akan dikenal oleh dunia," terang Rini.

Ia menambahkan, PG Colomadu yang berhenti beroperasi pada 1998 sempat mangkrak selama kurang lebih 20 tahun. Guna menyulap bekas pabrik gula menjadi venue konser bertaraf internasional,  butuh waktu sekitar 11 bulan.

"Kita mulai April tahun lalu dan saya bangga dengan hasilnya. Ini adalah persembahan BUMN untuk negeri, untuk rakyat Indonesia," pungkas Rini.


(DEV)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

6 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA