Konser Tunggal Perdana dan Mungkin yang Terakhir dari Payung Teduh?

Agustinus Shindu Alpito    •    15 November 2017 14:45 WIB
payung teduh
Konser Tunggal Perdana dan Mungkin yang Terakhir dari Payung Teduh?
Payung Teduh dalam konser yang diselenggarakan Liztomania di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (14/11/2017) (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga pengamen tuna netra ditempatkan di bagian teras Gedung Kesenian Jakarta. Mereka ditugaskan menyambut tamu yang hadir untuk menonton konser Payung Teduh yang diselenggarakan oleh Liztomania, Selasa (14/11/2017).

Di hadapan pengamen pengamen itu terdapat “kotak apresiasi” untuk mengumpulkan uang dari mereka yang hadir.

Seluruh tiket konser ini terjual. Jumlahnya sekitar 300 lembar. Namun tidak semua penonton hadir. Tampak dari bangku kosong yang tersebar di banyak titik. Mungkin, karena faktor hujan dan kemacetan yang selalu meneror jam pulang kantor.

Sekitar pukul 20.30, Payung Teduh membuka pentas. Diawali dengan Menuju Senja, mereka menghanyutkan penonton lewat koleksi repertoar yang tenang dan meneduhkan.

Ini adalah konser tunggal pertama Payung Teduh selama sekitar satu dekade mereka berdiri.

Di atas panggung, Mohammad Istiqamah Djamad alias Is, vokalis Payung Teduh, mengatakan bahwa tampil di Gedung Kesenian Jakarta merupakan mimpi yang jadi kenyataan. Dia lantas menceritakan ketika dia merantau dari Soppeng untuk kuliah di Universitas Indonesia. Kala itu Is hidup sederhana sebagai mahasiswa dan hanya tergiur ketika melihat berbagai pentas pertunjukkan di Gedung Kesenian Jakarta, karena tidak mampu membeli tiket.

“Lihat harga tiketnya, saya mikir dua ribu kali,” kata Is.


Monita tampil bersama Payung Teduh (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Konser malam itu terbagi dalam tiga babak. Tiap babak memiliki konsep dekorasi panggung yang berbeda-beda. Beberapa kolaborator turut meramaikan konser ini, di antaranya kehadiran kelompok string yang menambah syahdu aransemen musik, juga munculnya Monita membawakan Cerita Tentang Gunung dan Laut.

Hal paling dramatis dari konser ini adalah Is yang mengumumkan pengunduran dirinya dari Payung Teduh, usai konser.

Sekitar sepuluh menit setelah konser, Payung Teduh bersama tim Liztomania menggelar jumpa pers di belakang panggung. Usai jumpa pers, para jurnalis langsung menghampiri Is. Meminta konfirmasi soal unggahannya di Instagram yang mengundang tanya. Is mengunggah sebuah foto dengan keterangan yang mengisyaratkan perpisahan.

Terkadang memang harus memilih. Kali ini saya memilih pamit. Izinkan ????

A post shared by mohammad istiqamah djamad (@pusakata) on




Benar saja, Is mengamini rumor itu. Dia mengaku hengkang dari grup yang dibentuknya. Setelah Payung Teduh menyelesaikan jadwal kontrak hingga 31 Desember mendatang, dipastikan para penggemar tidak akan melihat Is menjadi vokalis grup ini.

“Saya mundur. Kayaknya harus melewatkan dengan secangkir teh dan obrolan panjang. Visi sudah beda. Bukan karena perselisihan. Saya merasa Payung Teduh sudah kehilangan spirit berkarya,” kata Is tanpa basa-basi.

Lantas, Metrotvnews.com memastikan apakah Payung Teduh akan menggelar konser perpisahan Is dalam waktu dekat ini?

Dengan tenang Is menjawab, “Malam ini juga seru disebut farewell. (Tetapi) masih ada tanggung jawab kontrak sampai 31 Desember.”


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA