Hari Musik Nasional

Ricky "Seringai" Berharap Regenerasi Musisi dan Band Terus Terjaga

Agustinus Shindu Alpito    •    09 Maret 2018 17:05 WIB
Hari Musik Nasional
Ricky
Seringai (Foto: MI/Atet Dwi)

Jakarta: Hari Musik Nasional dirayakan setiap 9 Maret. Momen ini kerap digunakan untuk menyuarakan aspirasi para musisi untuk industri musik Indonesia. Beberapa waktu lalu, Medcom.id menanyakan pandangan dan apa yang ingin disampaikan oleh Ricky Siahaan, gitaris Seringai, bertepatan dengan momen Hari Musik Nasional.

Ricky selama ini dikenal sebagai musisi yang berpengalaman di dunia musik bawah tanah dan memiliki jam terbang tinggi di panggung-panggung musik cadas.

"Yang perlu dikhawatirkan (dari industri musik di Indonesia) masalah regenerasi, maksudnya dari si Seringai selalu pengin banget kalau semua talenta ini meregenerasi, menjadi ada band baru yang enggak cuma bagus (musikalitasnya), tetapi juga serius dan total di jalurnya," kata Ricky saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ricky berharap grup-grup besar saat ini mampu konsisten dalam bermusik dan secara berkala lahir juga band-band baru yang tidak membuat arena musik di Indonesia semakin semarak.

"Kami pengin 5 tahun ke depan pengin lagi ada Barasuara, KPR berikutnya. Yang enggak cuma bagus doang main musiknya, tapi juga konsisten."

Kehawatiran Ricky bukan tanpa alasan, pasalnya banyak sekali potensi-potensi dari musisi atau band lokal yang perlu mendapat dukungan dari ekosistem industri agar mampu berkembang. Ricky juga berpendapat bahwa festival-festival musik yang digelar di berbagai penjuru Indonesia menjadi salah satu pemicu untuk melahirkan generasi musisi baru.

"Kami lihat kalau mereka sangat terinspirasi dengan band yang ada sekarang, baik terinspirasi dari band yang ada di Indonesia ataupun yang ada di luar negeri. Jadi terdengar tuh sound-nya mereka pengin jadi siapa. Lama-lama kan kalau mereka (band baru) konsisten akan menemukan sound-nya sendiri."

Di akhir wawancara, Ricky berpesan bahwa para band dan musisi baru bukan saja perlu bekal bakat dan musikalitas yang mumpuni, tetapi juga kerja keras dan konsistensi.

"Terus mendengarkan musik karena buat gue jadi musisi bukan cuma main musik tapi juga mendengarkan musik. Jeli dengan apa yang terjadi, dengan apa yang terjadi di lingkungan musik yang ada di dunia."

"Juga bekerja keras. Sejauh mana, se-serius apa (keinginan) lo untuk jadi musisi. Apakah ini hanya untuk pamer kalau lo keren, atau memang ini dari jiwa lo. Itu akan ketahuan bukan hanya setahun dua tahun, tapi baru kelihatan 5 tahun, 10 tahun. Intinya bekerja keras," tutup Ricky.

 


(ELG)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA