Selamat Tinggal, MP3

Agustinus Shindu Alpito    •    16 Mei 2017 11:36 WIB
musik
Selamat Tinggal, MP3
(Foto: Factmag)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berterimakasihlah pada MP3, format musik digital ini sangat populer di Indonesia dan sangat berperan terhadap penyebaran ragam musik dari satu tangan ke tangan lain, dari sepasang telinga ke sepasang telinga yang lain.

Namun, kisah bagaimana MP3 berdampak bagi kehidupan penggemar musik harus berakhir. The Fraunhofer Institute, sebuah lembaga asal Jerman yang melahirkan MP3, memutuskan untuk menghentikan lisensi format legendaris itu untuk berbagai perangkat lunak.

MP3 dianggap sudah tidak relevan lagi di era maju ini. Sebagai gantinya, terdapat format-format audio digital yang lebih menguntungkan bagi file audio dan pendengarnya, salah satunya file AAC (Advanced Audio Coding) yang memberi kualitas audio lebih tinggi dari MP3.

Kematian MP3 ini memberi ragam dampak. MP3 dianggap sebagai format musik yang dominan dalam distribusi musik digital. Namun layanan streaming musik tidak terkena dampak ini karena mereka menggunakan format musik yang lebih baru.

Menariknya, beberapa waktu lalu Audio Engineering Library merilis hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa mendengarkan musik berformat MP3 memberikan efek negatif pada lagu yang Anda didengar. Kompresi audio yang diakomodasi MP3 dapat memancing emosi negatif. Karakter suara pada MP3 pun didefinisikan sebagai suara-suara misterius, dan terkolerasi dengan kesedihan, dan ketakutan.

Fenomena lain yang terjadi pada industri musik adalah dominasi musik digital mendapat “perlawanan” kuat dari musik berformat analog.

Pada Desember 2016, tercatat penjualan rilisan fisik musik berbentuk vinyl berhasil melampaui penjualan unduhan musik digital. Ini baru terjadi pertama kalinya sepanjang sejarah musik. Pada perayaan Record Store Day tahun ini (di Amerika Serikat) penjualan vinyl juga sangat menggembirakan, dengan mencapai angkat 547.000 album dalam satu pekan.


(DEV)

Adrian Yunan Merajut Asa

Adrian Yunan Merajut Asa

6 days Ago

Sore itu Adrian membagikan kisah lewat lagu yang terangkum dalam album debutnya, Sintas.

BERITA LAINNYA