Livestreaming

Bekraf Proyeksikan Dangdut ke Pasar Musik Dunia

Agustinus Shindu Alpito    •    19 Agustus 2016 11:41 WIB
dangdut
Bekraf Proyeksikan Dangdut ke Pasar Musik Dunia
Jumpa pers Ikke Nurjanah dan Bekraf (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Musik dangdut tidak lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dangdut mampu merasuk ke berbagai lapisan masyarakat, kehadirannya mudah dijumpai, mulai dari acara pernikahan hingga kampanye.

Dari segi musikalitas, dangdut terbilang unik. Musik yang identik dengan ketukan gendang dan cengkok irama biduan itu membawa darah musik Melayu yang kental.

Menyadari potensi dangdut, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mulai menyusun strategi promosi dangdut untuk dibawa ke level yang lebih luas lagi, pasar musik internasional. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ricky Pesik, Wakil Kepala Bekraf.

"Kalau kita melihat kondisi kompetisi global, menjadi persaingan kuat di sektor industri kreatif, terutama musik. Yang terjadi pada saat ini adalah perang strategi pemasaran. Siapa yang jago dan konsisten dalam memasarkan keseniannya. Di nasional, dangdut penguasa pasar. Dangdut juga paling terkait dengan budaya Indonesia dalam konteks musik kontemporer," ujar Ricky.

Ricky memberi contoh invasi budaya dari Korea, K-Pop, yang mampu diterima secara global. Lalu musik reggae yang mengangkat nama Jamaika. Bukan tidak mungkin suatu saat dangdut turut melambungkan nama Indonesia di pasar musik dunia.

Saat ini, Bekraf mendukung penuh rencana tur Ikke Nurjanah ke Amerika Serikat. Ikke membawakan dan mempromosikan musik dangdut ke tiga kota, Washington D.C, Philadelphia, dan New York, pada 1-15 September 2016.

"Saya rasa Bekraf butuh waktu enam bulan ke depan untuk menyusun strategi pemasaran dangdut, mumpung Ikke mau tur, kita meminta masukkan juga untuk sistem yang akan kami siapkan.”

Salah satu langkah yang akan dilakukan Bekraf adalah memperlengkap narasi seputar dangdut di berbagai media sosial dan aplikasi musik digital.

“Ketersediaan (informasi) dangdut harus bisa diterima pasar global, kita harus mengarah ke sana. Misal di iTunes narasinya diperjelas soal musik dangdut. Ini yang saya sebut sebagai strategi pemasaran baru.”

“Dangdut dianggap musik yang eksotis, bagaimana menjelaskan kepada mereka (masyarakat global) bahwa ini menarik? Salah satunya lewat narasi. Kami juga menyiapkan strategi dan instrumen pemasaran yang tepat. Misal kami beri tahu soal lirik dangdut yang memiliki sosio-kultural yang panjang,” jelas Ricky.


(ELG)