The Script Tuntut James Arthur atas Pelanggaran Hak Cipta

Cecylia Rura    •    23 Mei 2018 10:36 WIB
the script
The Script Tuntut James Arthur atas Pelanggaran Hak Cipta
James Arthur dan Danny O’Donoghue "The Script" (Dok. Rex Features)

Jakarta: The Script menuntut penyanyi James Arthur atas kasus pelanggaran hak cipta lagu. Dilansir dari The Guardian, lagu Say You Won't Let Go (2016) yang dibawakan James Arthur menjiplak beberapa elemen lagu The Script berjudul The Man Who Can't Be Moved (2008).

Sebelumnya, Billboard melaporkan penggemar menyadari beberapa elemen yang sama pada kedua lagu tersebut. Seperti tempo, instrumen gitar di awal lagu, melodi vokal, hingga struktur harmonik. The Script bahkan menyewa seorang ahli pengetahuan musik untuk meneliti kedua lagu tersebut di tahun 2016.

Berdasarkan laporan penggugat, Arthur sempat mengajak The Script berkolaborasi di tahun 2014, tapi ia ditolak. Busch menuding Arthur menjiplak esensi lagu The Man Who Can't Be Moved.

Grup musik asal Irlandia itu menggandeng kuasa hukum Richard Busch, yang sukses memenangkan perkara saat membela Marvin Gaye melawan Robert Thicke dan Pharrell Williams untuk lagu Blurred Lines.

Busch berpendapat, Arthur meraup keuntungan sebesar USD20 juta melalui lagu tersebut. Kesuksesan lagu ini sekaligus mengantar Arthur bangkit di industri musik, setelah sebelumnya ia memberikan kritik atas lirik lagu yang merendahkan Rita Ora serta komunitas LGBTQ pada 2013.

Hal ini sudah diperkarakan sejak lama. Pada 2017 lalu, Arthur mengatakan ridak ada kasua yang perlu mendapar jawaban. Menurutnya, semua semua lagu blues pasti terdengar sama.

"Ini 2017, hanya ada tujuh not dalam musik."

"Semua lagu blues pasti terdengar sama. Orang-orang nantinya akan mendengar itu," ungkap pemenang X Factor 2016 itu.


(DEV)