Konser Mengenang Dua Sisi Debby Nasution

Elang Riki Yanuar    •    13 Desember 2018 07:00 WIB
Debby Nasution
Konser Mengenang Dua Sisi Debby Nasution
Konser tribute to Debby Nasution (Foto: Medcom/Elang)

Jakarta: Sebuah konser mengenang musisi Debby Nasution digelar di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu 12 Desember 2018. Konser ini coba menelusuri kembali dua sisi Debby Nasution semasa hidup. 

Acara yang digagas oleh para sahabat, kerabat dan keluarga itu diberi tajuk Dua Sisi Tribute to Debby Nasution. Sesuai temanya, konser ini coba mengungkap dua sisi kehidupan Debby Nasution sebagai musisi dan juga pendakwah. Dua profesi ini dijalani bersamaan ketika Debby masih muda hingga akhir hayatnya. 

Konser ini menghadirkan sejumlah musisi lintas generasi yang menyanyikan lagu-lagu karya Debby dan favorit sang legenda. 

Adapun musisi dan seniman yang terlibat di acara ini di antaranya, Slamet Rahardjo, Eros Djarot, Keenan Nasution, Berlian Hutauruk, Andy Ayunir, Didi Agephe, Yuni Shara, Rian D'Masiv, Opick, Nania Yusuf, Gilang Samsoe, Kadri Mohammad, Arry Syaf, Bangkit Sanjaya, Sharah Fauzia, Doddy Soekasah, Rio Clappy, Rock Squad 2, Eghay Synthdan Hasan Nasution & Friends. 

Slamet Rahardjo terlebih dulu membuka panggung dengan membacakan perjalanan hidup Debby Nasution ketika mulai menapaki karier sebagai musisi. Slamet kemudian mengenang keterlibatan Debby sebagai penata musik film Kawin Lari yang dia bintangi pada 1976. Lewat film yang disutradarai Teguh Karya itu, Debby bersama grup Barongs meraih piala penata musik terbaik di Festival Film Indonesia. 

"Pada usia 16 tahun, Debby bergabung dalam Young Gipsy. Pada usia 17 tahun bersama kakak-kakaknya yaitu Oding dan Keenan, Debby bergabung di God Bless (1973). Jadi saat itu ada tiga Nasution di dalam God Bless," tutur Slamet Rahardjo. 

Usai Slamet berbincang dengan Eros Djarot, Nania Yusuf tampil ke panggung membawakan lagu Bisikku yang dulu dipopulerkan Barong's Band, grup besutan Eros dan Debby. Selesai Nania, giliran Yuni Shara muncul ke panggung membawakan lagu Semusim. 


Yuni Shara di konser dua sisi Debby Nasution (Foto: Medcom/Elang)

Banyak lagu yang dibawakan diambil dari album Badai Pasti Berlalu di mana Debby banyak mengisi bagian kibor. Dalam album yang dirilis 1978 itu, Debby bersama Eros Djarot juga ikut meciptakan lagu seperti Khayalku, Cintaku dan Angin Malam. 

Opick sempat tampil membawakan lagu miliknya Bila Waktu Tlah Berakhir. Musisi spesialis lagu religi ini kemudian mengenang sosok Debby yang dia anggap sebagai guru di berbagai lini kehidupannya. 

Selain membawakan lagi lagu-lagu yang pernah melibatkan Debby di dalamnya, acara ini juga memuat sebuah testimoni dari rekan sesama musisi seperti Addie MS, Erwin Gutawa hingga Triawan Munaf yang kini menjadi Ketua BEKRAF. Mantan Menpora Adhyaksa Dault juga turut membagikan pengalaman menimba ilmu agama kepada Debby di awal 1980-an. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan sejumlah musisi

"Ini adalah lagu cinta terbaik yang pernah ada di Indonesia. Sekarang Om Debby pasti tersenyum melihat kita semua berkumpul dan bersilaturahmi," ujar Rian sebelum membawakan lagu Pelangi yang dulu dinyanyikan Chrisye dan diciptakan Eros Djarot.


Rian D'masiv (Foto: Medcom/Elang)

Kadri Mohammad kemudian membawakan lagu ciptaan Yockie Suryoprayogo yaitu, Duka Sang Bahaduri yang merupakan lagu kesukaan Debby. Dua musisi yang dulu bahu-membahu di album Badai Pasti Berlalu itu meninggal dalam jarak tak berjauhan. Yockie meninggal pada 5 Februari 2018, sedangkan Debby berpulang pada 15 September 2018. 

Lagu Debby yang belum pernah dirilis seperti Menanti Ajal, Preman dan Bilakah juga dinyanyikan. Kurang lengkap rasanya jika mahakarya Badai Pasti Berlalu tidak dibawakan. Semakin lengkap karena si penyanyi aslinya Berlian Hutauruk yang hadir. 

Di pengujung acara seluruh penampil kembali tampil ke depan untuk mendoakan musisi yang meninggal pada usia 62 tahun itu. 



(ELG)