Abdee Slank Gagas Konser Kemerdekaan

Media Indonesia    •    16 Agustus 2016 08:19 WIB
slank
Abdee Slank Gagas Konser Kemerdekaan
Abdee Negara (Foto:Metrotvnews.com/Dwi Ayu R)

Metrotvnews.com, Jakarta: Fisik boleh saja sakit, tapi kreativitas tak terhenti. Ungkapan itu pas disematkan kepada sosok Abdee Negara, 48, gitaris band Slank.

Meski mengidap sakit ginjal sehingga harus rutin cuci darah dan cuti dari Slank, Abdee tidak berhenti bermusik.

Bahkan, dia menggagas digelarnya Konser Kemerdekaan, sebuah konser untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat.

"Saya hanya memberikan ide, yang banyak bekerja panitia. Saya membantu sesuai kondisi fisik saya," ujar Abdee dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, ia bersama sejumlah musikus sepakat menggelar konser bersama yang menjadi bagian dari pesta rakyat dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI tahun ini.

Konser tersebut akan digelar di Lapangan Ex0 Driving Range, Senayan, Jakarta, 17 Agustus, dan akan dihadiri sejumlah musikus, di antaranya Nidji, Noah, JFlow, dan Iwa K.

Abdee pun rencananya akan tampil secara khusus bersama Slank dalam konser tersebut.

"Lagu-lagu yang nanti dibawakan diharapkan membawa optimisme supaya para semangat kaum muda semakin bangkit. Setiap negara pasti punya masalah. Kita sebagai warga apalagi anak muda harus berani bersuara dan menyatakan pendapat supaya Indonesia lebih baik. Caranya, antara lain dengan bermusik," terang laki-laki kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968 itu.

Ia menambahkan rangkaian kegiatan itu nantinya diawali dengan berbagai perlombaan tradisional di lokasi yang sama.

"Saya di kampung waktu kecil ikutan karnaval dan lomba. Saya rasa kita semua punya pengalaman yang sama ketika kecil. Nah, kenapa perayaan 17 Agustus enggak ramai kaya dulu lagi? Kita coba bangkitkan dengan beberapa kegiatan ini," ajaknya.

Isi kemerdekaan

Pada kesempatan itu, Abdee menekankan pentingnya peran setiap orang mengisi kemerdekaan dengan berkarya sesuai dengan bidang masing-masing.

"Setelah kemerdekaan berhasil direbut, persoalan selanjutnya bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini. Untuk musisi, dalam era kemerdekaan yang harus kita lakukan adalah terus berkarya dan berani berkompetisi untuk menunjukkan kita mampu," tuturnya.

Ia menambahkan, dengan berkompetisi, seseorang akan terdorong menghasilkan karya yang lebih baik. Dengan demikian, di masa depan musik Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Ia tetap aktif menulis lagu, khususnya yang memuat kritik sosial dan kerusakan lingkungan yang terjadi belakangan ini.

"Sebagai seniman, perhatian kami (Slank) lebih ke permasalahan sosial, apa yang lebih terjadi ke kehidupan sosial masyarakat, juga kerusakan alam," kata dia.

Pria yang pernah dianugerahi penghargaan Anugrah Musik Indonesia (AMI) itu mengatakan dengan berkarya, terutama karya yang menambah semangat generasi muda, para musikus berkontribusi menyukseskan program pemerintah.

"Musikus juga dapat men-support program pemerintah. Lewat kerja nyata menghasilkan karya yang membuat anak-anak muda lebih optimistis dan berani mengeluarkan pendapat," katanya. (H-3)


(DEV)