Foo Fighters Sambangi Asia Tenggara

Agustinus Shindu Alpito    •    16 Mei 2017 16:23 WIB
foo fighters
Foo Fighters Sambangi Asia Tenggara
Foo Fighters (Foto: via planetrock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Grup rock asal Seattle, Amerika Serikat, Foo Fighters, akan menyambangi Asia Tenggara. Dua negara beruntung yang didatangi Dave Grohl dan kawan-kawannya itu adalah Thailand, dan Singapura.

Foo Fighters akan tampil di Challenger Hall Arena, Bangkok, Thailand, pada 24 Agustus 2017. Kemudian tampil di National Stadium, Singapura, pada 26 Agustus 2017.

Dalam 22 tahun sejak dirilisnya album perdana berjudul Foo Fighters pada 1995, Dave Grohl, Taylor Hawkins, Nate Mendel, Chris Shiflett dan Pat Smear telah berkembang menjadi rock band ternama asal Amerika Serikat. Selama perjalanan karier band ini telah meraih 11 Grammy Awards, sebanyak 25 juta keping album laku di pasaran, dan melahirkan deretan lagu yang mencuri perhatian publik seperti, This Is A Call, Everlong, Monkey Wrench, My Hero, Learn To Fly, All My Life, Times Like These, Best Of You, The Pretender, Walk, These Days, Something From Nothing dan masih banyak lagi.

Berawal dari sebuah demo lagu yang direkam oleh Dave pada tahun 1994, dan kemudian beralih menjadi debut album mereka berjudul Foo Fighters. Album kedua yang berjudul The Colour and the Shape rilis di tahun 1997 dan berhasil meraih penghargaan platinum, merupakan album pertama yang menampilkan Smear pada gitar dan Mendel pada bass (kemudian Hawkins bergabung pada tur berikutnya).

Pada 1999, album There Is Nothing Left to Lose berhasil memenangkan penghargaan Best Rock Album dalam ajang Grammy dan Lagu Learn To Fly turut meraih penghargaan Grammy untuk Best Short Form Video.

Album keempat, One by One yang menampilkan Shiflett, rilis pada tahun 2002 dan menjadi album kedua dari Foo Fighters yang berhasil menyabet penghargaan Grammy untuk Best Rock Album. Selanjutnya, Foo Fighters semakin kokoh sebagai grup rock yang berprestasi dan memiliki pengaruh kuat.

Bersama produser musik ternama, Butch Vig, band rock ini memproduksi album ketujuh mereka yang berjudul Wasting Light dan dirilis pada tahun 2011. Dengan lagu andalan mereka seperti Rope, These Days, dan Walk, album Wasting Light menjadi album pertama Foo Fighters yang berhasil meraih posisi nomor 1 di Amerika Serikat, menduduki puncak tangga lagu teratas di sejumlah negara, dan menyabet empat penghargaan Grammy seperti, Best Rock Album untuk keempat kalinya, Best Rock Performance, dan Best Rock Song untuk Walk, Best Hard Rock Perfomance untuk White Limo, sementara penghargaan Best Long Form Video pada tahun itu dimenangkan oleh film dokumenter Foo Fighters: Back and Forth.

Album Foo Fighters kedelapan dan terbaru berjudul Sonic Highways, dirilis tahun 2014 dan berjudul sama dengan docuseries HBO yang disutradarai oleh Dave Grohl dan dideskripsikan sebagai surat cinta kepada sejarah musik Amerika Serikat.

Hadirnya Foo Fighters di kawasan Asia Tenggara adalah penantian panjang dari penggemar mereka di sini. Seperti diketahui, para penggemar Foo Fighters cukup militan untuk mengundang grup idolanya itu tampil di daerah mereka. Salah satunya terekam dalam video yang menampilkan 1.000 penggemar Foo Fighters bermusik bersama membawakan Learn To Fly, sebagai bentuk undangan kepada Foo Fighters untuk tampil di Cesena, Italia. Akhirnya permintaan itu diwujudkan oleh Foo Fighters pada November 2015.

Tiket konser Foo Fighters di Singapura dijual dengan harga SGD238 (berdiri), SGD168 (berdiri., SGD238, SGD198, SGD168, SGD128. Harga belum termasuk biaya pemesanan sebesar SGD4.



 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA