Tapak Tilas RAN, 10 Tahun di Blantika Musik

Dzulfikri Putra Malawi    •    18 Juni 2017 09:15 WIB
ran band
Tapak Tilas RAN, 10 Tahun di Blantika Musik
(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak cara yang dapat dilakukan saat memperingati ulang tahun. Momen yang jatuh pada 18 November 2016 itu dimanfaatkan kelompok musik RAN untuk meluncurkan tapak tilas mereka.

Dalam album, grup yang dimotori Rayi Putra Rahardjo (Rayi), Astono Handoko (Asta), dan Anindyo Baskoro (Nino) itu berkolaborasi dengan sejumlah musikus yang menginspirasi mereka, serta didedikasikan untuk orang-orang yang berpengaruh dalam perjalanan karier mereka sampai saat ini.

Tidak hanya diluncurkan saat ulang tahun. Album ini makin spesial karena dikerjakan sendiri, dari penciptaan lirik lagu hingga aransemen hanya dalam waktu satu bulan.

Momentum tersebut sekaligus menunjukkan komitmen mereka dalam berkarya selama satu dekade. Maka tak berlebihan bila album kelima ini mereka namakan RAN.

"Ini memang album persembahan selama perjalanan RAN dari awal sampai sekarang sekaligus jadi kado untuk fan kami. Selain itu, kami belum pernah bikin judul album self-titled juga, jadi kami rasa sekarang waktu yang pas menggunakan nama kami untuk album," kata Rayi saat berbincang bersama Kotak Musik, Senin (12/6).

Eksplorasi musik, tema-tema baru, dan lirik serta lagu yang lebih dewasa tecermin dalam album ini, di antaranya tema pengamen, cinta berbeda agama, move on, hingga keindahan Indonesia mewarnai suguhan musik di dalamnya.

"Umur 10 tahun ini sepenuhnya independen, kami punya label sendiri, semua kami kerjakan sendiri. Justru di umur yang ke-10 ini kami ingin menunjukkan konsistensi yang selalu memberikan album dengan warna yang macam-macam di 10 lagu di dalamnya," ungkap Nino.

Misalnya lagu Hijau dan Biru  yang berbicara soal keindahan Indonesia. Di lagu ini, mereka coba bermain dengan unsur tradisional. Menariknya, RAN mengajak guru musik mereka saat di SMA yang bernama Yusuf Oblet. Beliau adalah seorang komposer untuk musik tradisional.

"Itu juga sebagai ucapan terima kasih kami sama Pak Oblet, dia guru musik, ada program dia gimana caranya membuat lagu. Waktu itu diajak ke Pelabuhan Sunda Kelapa dan akhirnya gue satu grup sama Rayi, ini cikal bakal saya gabung sama Rayi untuk buat lagi dan setelah lulus Nino bergabung. Ini menarik juga sih," kenang Asta.

Kolaborasi lainnya dengan Yura Yunita, Kahitna, Cancer Warrior di lagu Nyanyian Harapan  yang sudah pernah dirilis bersama film I'm Hope, serta masih banyak lagi. Dari seluruh kolaborasi, RAN mengaku paling berkesan dengan Kahitna.

"Ini buat saya pribadi sesuatu yang sangat luar biasa karena kami fan sama Kahitna, terlebih lagi sama karya-karyanya Mas Yovie. Jadi bertemu dalam sebuah karya produksi bagaikan mimpi yang menjadi nyata," ujar Nino.

Sebuah konser bertajuk Kahitran  pun akhirnya terselenggara pada akhir Maret lalu di Jakarta. Konser yang intim dengan jumlah penonton terbatas ini merupakan energi besar bagi RAN untuk bisa terus berkarya.

"Sebelumnya kami pernah ikut konser Kahitna 25 tahun berkarya, saat itu usia kami juga 25 tahun. Kami ingin solid dan terus berkarya seperti mereka. Apalagi di konser kemarin Kahitna membawakan lagu-lagu kami juga, kami belajar soal apresiasi dari konser itu," sambung Rayi.

Keterbukaan RAN untuk berkarya dengan musisi lain sudah dilakukan sejak lama. Rayi, misalnya, banyak terlibat produksi dengan rapper muda dan penyanyi solois, Asta yang memproduseri album pertama Raisa, serta Nino memproduseri band muda Hivi.

Album fisik

Album kelima ini awalnya hanya dirilis secara digital. Namun, pada Rabu (7/6) mereka merilis album fisiknya di Jakarta. Nino mengatakan di tengah-tengah menurunnya perilisan album fisik di era digital, baginya album fisik bisa menjadi memorabilia yang dapat dikenang personel maupun pendengar setia RAN.

"Album fisik ini buat kami penting sekali. Kalau menurut kami ini bagaikan foto, sesuatu yang bisa dipegang dan dikenang, bukan sekadar cuma mendengar, tapi bisa menjadi sebuah kenangan yang nyata," tutur Nino.

Album ini merupakan karya independen pertama yang dihasilkan RAN di bawah naungan label independen bernama Orange Records yang mereka bangun sendiri. Dalam kesempatan perilisan ini, RAN juga merilis single ketiga mereka bertajuk Mager. Sebelumnya mereka telah merilis dua single Ombak Asmara dan Salamku untuk Kekasihmu yang Baru.

Sambil menikmati lagu-lagu dari album RAN, Anda bisa menyaksikan kisah humanis mereka bersama Kotak Musik Ramadan yang tayang nanti malam pukul 22.05 WIB hanya di Metro TV

 


(DEV)