Lafa Pratomo, Lale-Ilman-Nino dan Tulus Berkontribusi pada Album Baru Andien

Agustinus Shindu Alpito    •    04 Oktober 2017 19:33 WIB
andien
Lafa Pratomo, Lale-Ilman-Nino dan Tulus Berkontribusi pada Album Baru Andien
Andien (Foto: Metrotvnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Andien menggelar jumpa pers perilisan album Metamorfosa, pada Rabu (4/10/2017), di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta. Album ketujuh Andien itu melibatkan sejumlah penulis lagu, di antaranya Lafa Pratomo, trio penulis lagu Lale-Ilman-Nino dan Tulus.

Lafa Pratomo menulis lagu Warna-Warna yang dibawakan Andien bersama grup jazz Tomorrow People Ensemble. Kemudian trio Lale-Ilman-Nino menulis lagu berjudul Pelita. Sedangkan Tulus menulis lagu Belahan Jantungku yang telah dirilis sebelum album ini diluncurkan.

"Lale-Ilman-Nino menciptakan lagu tentang Kawa (nama panggilan anak pertama Andien), padahal waktu itu Kawa belum lahir, tetapi sudah ada namanya. Mereka ngulik banget untuk memasukkan kata "Kawa" ke dalam lirik lagu," kata Andien dalam jumpa pers.

Sedangkan Lafa, penulis lagu yang dikenal membesut album perdana Danilla dan sebagai gitaris Mondo Gascaro, awalnya memberikan opsi dua lagu untuk Andien.

"Pas diminta lagu untuk Andien, gue enggak berpikir menulis lagu khusus untuk Andien, memang ada waktu untuk menulis lagu, dua lagu untuk Andien, tetapi Andien kontak balik dan bilang ingin menggunakan Warna-Warna," kata Lafa.

Dalam album ini, Andien juga membawakan lagu Biru milik Anda Perdana. Mengenai pemilihan lagu Biru, Andien punya alasan yang cukup personal.

"Pemilihan lagu Biru itu karena dulu sering nyanyiin itu. Sampai akhirnya kerasa sesuatu yang deep sekali, mungkin karena aku musisi dan seniman, kalau jatuh cinta sebegitu rasanya, mengalir dalam darah. Aku merasa ada koneksi yang kuat dengan lagu (Biru). Prosesnya lama banget karena Anda juga merasa lagu itu baby-nya dia," kata Andien.

Total terdapat 11 lagu dalam Metamorfosa. Andien melibatkan fotografer Anton Ismael untuk membuat sampul dan visual album ini.

 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA