Konser Celine Dion di Indonesia

Kelakar Celine Dion di Panggung Hangatkan Suasana Konser

Cecylia Rura    •    08 Juli 2018 11:28 WIB
celine dion
Kelakar Celine Dion di Panggung Hangatkan Suasana Konser
Penantian panjang penggemar terbayar sudah. Tiba akhirnya Celine Dion tampil di panggung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 Juli 2018. (Foto: Instagram Celine Dion)

Jakarta: Penantian panjang penggemar terbayar sudah. Tiba akhirnya Celine Dion tampil di panggung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 Juli 2018. Tiket seharga Rp25 juta di garda terdepan bahkan terjual untuk bisa menyaksikan aksi panggung sang diva.

Lalu lalang penggemar diva asal Kanada itu mulai ramai sejak sore hari. Semakin malam, jumlah penonton semakin menjadi-jadi. Penonton hadir dengan pakaian terbaiknya, seperti menunjukkan kelasnya dalam selera musik.

Sebelum menyaksikan Celine Dion, penonton disuguhkan pembukaan yang epic dari Veronic DiCaire, penyanyi asuhan Celine Dion. Bak paket komplit harga ekonomis, aksi panggung Veronic sukses menghadirkan 'roh' sejumlah penyanyi papan atas lain ketika dia menirukan mimik Shakira, Christina Aguilera, Mariah Carey, Adele, Britney Spears, bahkan Anggun C Sasmi.

"Aku suka mendengar suara penyanyi lokal. Untuk Indonesia, aku meniru sahabatku, tapi aku tidak ingin menirunya dalam bahasa Indonesia karena sulit. Tapi ada versi Prancis, ketika remaja, aku menyukainya. Anggun," ujar Veronic yang membawakan lagu Snow on the Sahara. Penampilan Veronic bukan yang pertama. Sebelumnya, ia juga membuka konser pada beberapa tur Eropa sang Diva.

Usai suguhan pembuka, 'hidangan pembuka' yang dinanti pun tiba. Celine Dion membawakan lagu The Power of Love yang diiringi lighting dan iringan musik orkestra spektakuler.



(Foto: Helmi Sugara Promotion)

Di sini Celine tampil formal mengenakan kemeja putih berpadu blazer emas dengan celana panjang berwarna senada. Aksi panggungnya dilanjutkan dengan singel That's The Way It Is yang dibawakan dengan cukup enerjik.

"Apa kabar? Akhirnya kita berhasil. Ini pertama kalinya aku ke Jakarta. Rasanya sangat menyenangkan," kata Celine menyapa penonton.

"Jangan tanya kenapa, butuh waktu lama untuk bisa sampai ke sini," lanjutnya.

"Ini adalah kesempatan istimewa kami bisa tampil untuk kalian. Dia telah mengiringiku bermusik hampir tiga dekade. Tapi kali ini, ini adalah musik untuk kalian. Malam ini adalah konser Anda, semuanya tentang Anda dan aku ingin kalian memiliki waktu terbaik dalam hidup," ucap Celine.

Tak mau berlama-lama, Celine membawakan singel ketiga, I'm Alive, dilanjutkan tanpa jeda dengan lantunan lagu Because You Loved Me. Lagi-lagi, permainan sorot lampu spektakuler ikut dipertontonkan menyambut aksinya membawakan It's All Coming Back to Me Now yang dipopulerkan Pandora's Box.

Riuh penonton semakin menyemarakkan suasana konser ketika lagu Beauty and the Beast dilantunkan. Senang rasanya melihat Celine begitu dalam menghayati lagu, meski tak dibawakan bersama teman duetnya Peabo Bryson.


(Foto: Helmi Sugara Promotion)

"Aku bernyanyi sepanjang hidupku. Ketika aku berbagi passion dengan orang lain, ini menjadi begitu berarti. Beauty and the Beast adalah lagu untuk film yang pasti kalian tahu, film yang sidah sejak lama ditayangkan. Banyak di antara kalian pasti belum lahir," ucapnya diselingi tawa penonton.

"Sejak Beauty and the Beast termasuk yang terpopuler, kalian tahu, (aku juga mengisi soundtrack) Titanic, Ingat? Aku menyanyi untuk Deadpool 2, masih menjadi film terbaik di dunia, terima kasih atas dukungan kalian. Itu film yang lucu, film yang bagus dan gila. Kalian bisa menontonnya tapi jangan bawa anak kecil," kata dia kembali berkelakar.

"Dia (Ryan Reynolds) mengirimku sebuah lagu, Ashes. Setelah mendengarkannya, aku merasa, wow, ini lagu yang bagus. Aku ingin menyanyikannya. Ryan memberikanku kesempatan menyanyikan lagu ini, juga untuk kalian di sini," ucapnya, kemudian membawakan Ashes.

Setelah lagu keenam, lagu-lagu dibawakan mulai bertempo cepat, seperti Think Twice, Falling Into You, The Reason, dan Pour Que Tu M'aimes Encore.

Sejenak, ia bercerita tentang mendiang suaminya Rene Angelil, yang juga merupakan mentor Celine sejak terjun di industri musik.

"Pada 2016 aku kehilangan suamiku. Perempuan ini adalah seorang penyanyi luar biasa, ibu, juga penulis lagu, namanya Pink. Dia tidak ada di sini, tapi aku berharap dia di sini," kata Celine.

"Dia menulis lagu bagus untukku, yang memberikan kekuatan untuk melalui hal-hal sulit, apapun keadaannya. Dan ini sangat membantuku di waktu sulit. Lagu itu berjudul Recovering," ujarnya seraya membawakan lagu Recovering.

Setlist dilanjutkan dengan All by Myself, lalu permainan medley akustik di singel At Seventeen, A New Day Has Come dan Unison, dilanjutkan singel To Love You More. Sempat dibawakan penggalan lagu milik Bruno Mars serta singel Kiss yang dipopulerkan Prince.

Saat Purple Rain mengalun, penonton kompak mengangkat ponsel dengan lampu LED dan mengayunkan tangan. Detik-detik jelang konser berakhir membuat penonton ikut berdiri, seolah enggan konser Celine segera berakhir.

Lagu berikut yang dibawakan Love Can Move Mountains dan River Deep, Mountain High. Untuk encore, My Heart Will Go On dibawakan dengan penghayatan. Momen ini menarik perhatian penonton hingga mereka rela turun ke sayap panggung mengabadikan momen terbaik.

Aksi panggung spektakuler ini menjadi pembuka tur konser Celine di Asia. Harga tiket Rp25 juta juga dengan tiket termahal (yang bahkan tidak mendapat kesempatan bertatapan mata dengan Sang Diva) masih diminati. Setidaknya, ada empat sampai lima kali Celine berganti busana, menyesuaikan nuansa lagu yang dibawakan.

Namun, ada satu gaun yang cukup mengganggu mata ketika dia mengenakan dress merah muda yang cukup bertabrakan dengan nuansa berkelas yang diusungnya, meski tak begitu menjadi persoalan jika dibandingkan dengan suara jernih yang dihasilkan tanpa bantuan efek suara khusus, tanpa wireless, hanya microphone yang biasa digunakannya dalam konser.

Terima kasih, Celine!
 


(DEV)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

3 days Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA