Kaleidoskop Musik Indonesia 2017

Agustinus Shindu Alpito    •    27 Desember 2017 14:33 WIB
kaleidoskop musik
Kaleidoskop Musik Indonesia 2017
Hengkangnya Is dari Payung Teduh begitu menyita perhatian saat 2017 (Foto: MI/Rommy)

Jakarta: Dalam hitungan hari, tahun 2017 akan segera berlalu. Dalam ranah industri musik, tahun 2017 memberi banyak catatan penting. Beberapa kali selentingan seputar industri musik lokal yang memprihatinkan terdengar dalam berbagai perbincangan, namun rasanya hal itu tidak sepenuhnya benar melihat betapa bergejolaknya para pelaku musik pada tahun ini.

2017 semakin mengaburkan batas embel-embel mayor dan indie, juga memberikan panggung pada mereka yang sebelumnya termarjinalkan. Tidak sampai di situ, kapitalis yang memanfaatkan musik sebagai bagian dari promosi dan memoles citra pun ambil bagian dalam menyokong perkembangan para musisi-musisi arus pinggir hingga lebih bergeliat dan menjadi rujukan baru. Singkatnya, ada sebuah ekosistem berkesinambungan yang cukup menjanjikan dalam industri musik yang terjadi sepanjang tahun ini.

Ada beberapa garis besar yang mewakili apa yang terjadi pada dunia musik selama 12 bulan ini. Mulai dari tren musik hip-hop, parade album debut yang memikat, hingga mengenang bagaimana Presiden Joko Widodo yang menyempatkan diri membaur dengan generasi milenial dalam beberapa festival musik. Berikut rangkumannya:

Tren Hip-Hop

Popularitas hip-hop kian terasa pada tahun ini. Tidak hanya di Indonesia, tapi secara global. Para musisi hip-hop Indonesia mampu menangkap fenomena ini dan menerjemahkan dengan baik, pada tahun ini.

Tren hip-hop lokal berakar dari jamaknya musik ini di YouTube. Platform paling efisien dan efektif saat ini untuk menyebar musik. Kemudian tren itu terserap oleh beberapa aktivitas panggung. Mulai dari festival musik skala besar hingga gig berbasis komunitas.

Darah Segar Hip-Hop Lokal

Satu nama yang cukup representatif dalam isu di atas adalah kelompok hip-hop kolektif Onar yang berhasil membuat hip-hop lokal "naik kelas." Baik dari segi pengemasan hingga ragam konten yang disuguhkan, dan yang paling penting, pesan yang disuarakan lewat musik mampu diserap dengan baik oleh penikmat hip-hop lokal itu sendiri. Onar sendiri berhasil tampil di We The Fest 2017 dan Synchronize Festival 2017.

Nama lain yang mencuri perhatian dari ranah ini adalah Ramengvrl, A. Nayaka, Rand Slam, Joe Million, Tuan Tigabelas, dan masih banyak lagi. Masing-masing pun menawarkan karakter yang beragam dan tetap memegang kultur hip-hop sebagai musik yang menyuarakan masalah sosial dan cara pandang tajam terhadap masalah yang ada.


Kolaborasi

Semangat kolaborasi semakin menggila di tahun 2017.  Menariknya kolaborasi yang ada tidak hanya berbasis semangat kolektif, melainkan juga dipandang perlu oleh sejumlah pemodal yang menjadikan musik sebagai bagian dari promosi produk. Salah satu yang paling besar adalah kolaborasi antara 12 band/grup dalam proyek bernama Unreleased Project. Kolaborasi ini dikemas dalam sebuah album dengan judul sama.


Jumpa pers Unreleased Project (Foto: Medcom/Shindu)

Kolaborasi juga dapat ditemui di hampir setiap festival musik yang digelar di Indonesia pada tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi pada hari ini bukan saja menunjang kebutuhan kreatif para musisi, namun juga menjadi bagian menjanjikan dari industri itu sendiri.


Vokalis Hengkang dan Vakum

Mempertahankan keutuhan band bukan perkara mudah. Menahan ego dan menyatukan visi lebih dari dua kepala adalah hal sulit. Pertemanan yang panjang bahkan tidak bisa dijadikan jaminan. Pada tahun ini, dunia musik diwarnai dengan keputusan hengkang dan vakum dari beberapa vokalis band ternama. Berikut daftarnya


Giring - Nidji

Lima belas tahun sudah Giring menjabat sebagai vokalis band Nidji. Bersama grup itu pula dirinya merasakan segala suka-duka hidup di industri musik. Namun, pada semester kedua 2017, Nidji mengiyakan kabar soal dirinya vakum. Kabar itu sendiri sebelumnya telah santer terdengar dan dihembuskan oleh media.

Giring Nidji Keputusan Vakum dan Visi Politik

Giring memiliki berhenti jadi vokalis Nidji dan maju ke arena politik dengan bergabung pada Partai Solidaritas Indonesia.

Rizki - The Titans

Harus diakui nama grup musik The Titans pada tahun ini tenggelam. Lebih sialnya lagi, motor grup ini, yaitu Andika, dipenjara atas kasus narkoba. Belum berhenti sampai di situ, Rizki sang vokalis pun  memilih hengkang, tepatnya pada 9 Oktober 2017.

The Titans dibentuk oleh dua mantan personel Peterpan, Andika dan Indra. Grup ini berdiri pada 2007.  Rizki sendiri sudah menapaki karier di dunia musik sebelum bergabung dengan The Titans. Dia merupakan jebolan ajang pencarian bakat Dream Band, tahun 2004.


Donnie - Ada Band

Pada November 2017, Donnie Sibarani, vokalis Ada Band, resmi mengundurkan diri. Donnie dengan tegas mengatakan dirinya ingin menapaki karier solo di luar Ada Band. Donnie sendiri sudah menjadi vokalis Ada Band selama 14 tahun.

Cerita Menggugah Penggemar Berat Donnie Eks Ada Band

Is - Payung Teduh


Is (Foto: Medcom/Shindu)

Badai hengkangnya personel dilengkapi dengan mundurnya Is dari Payung Teduh. Is mulai blak-blakan kepada media soal keputusannya mundur, pada 14 November 2017. Is memastikan dirinya akan tetap berkiprah di dunia kesenian pasca-hengkang dari Payung Teduh.  

Pada bulan Desember 2017, Payung Teduh merilis album terakhir dengan vokalis Is, berjudul Ruang Tunggu.

Parade Album Debut

Album debut menjadi parameter pasti semakin semaraknya ranah musik lokal. Pada tahun ini cukup banyak album debut yang mendapat perhatian tersendiri penggemar musik Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan sudah kerap tampil di berbagai gig dan festival musik. Beberapa nama album di bawah ini merupakan beberapa album debut yang dirilis tahun ini oleh para musisi lokal yang patut disimak. Mendengarkan album-album di bawah ini tentu membuat kita yakin bahwa keberagaman musik Indonesia terjaga dengan baik lewat kreativitas yang mengagumkan pula.

Tahun Akibat Pergaulan Blues - Jason Ranti, Sintas - Adrian Yunan, Milkbox - Barefood, Senses - Scaller, Segara - Anomalyst, Multiverses - .feast, Nyala - Gardika Gigih, Awal - Radhini, Candu Baru - Zat Kimia, Lelaku - Fourtwnty, Tabiat - Mooner, Spectrum - Heals.


Jokowi yang Musik Banget

Pada tahun ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukan perhatiannya pada industri musik, dengan menghadiri setidaknya dua festival musik skala besar, yaitu We The Fest 2017 (Agustus) dan Synchronize 2017 (Oktober).

Hadiri We The Fest 2017, Jokowi Tetap Mengaku Penggemar Metal

Dalam festival musik Synchronize 2017, Jokowi menyempatkan diri menonton aksi panggung dari Ebiet G. Ade dan Deadsquad. Sedangkan dalam pagelaran We The Fest 2017, Jokowi menonton sejenak aksi dari Kodaline dan Charli XCX. Dalam kunjungannya, Jokowi tampak membaur dengan penonton dan terkesan santai meski dalam pengawalan Paspampres.



 
(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA