Selain Studio Rekaman, Lokananta Berencana Buat Manajemen Artis

Elang Riki Yanuar    •    14 November 2018 16:14 WIB
museum lokananta
Selain Studio Rekaman, Lokananta Berencana Buat Manajemen Artis
(kanan) Satrijo Sigit Wirjawan, Direktur Keuangan dan Produksi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (Foto: dok. PNRI)

Jakarta: Lokananta terus berbenah. Selain memperbaiki sejumlah infrastruktur, studio rekaman pertama milik negara ini mencoba beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Studio rekaman yang berada di Solo, Jawa Tengah ini terakhir kali mengalami renovasi pada tahun 2017. Mereka juga terus mereproduksi hasil rekaman dari analog ke digital.

"Lokananta punya peranan penting untuk mengembangkan budaya Indonesia karena menyimpan banyak karya musisi Indonesia, dari berbagai genre musik. Lokananta juga akan melebarkan sayap bisnisnya termasuk ke talent management," kata Satrijo Sigit Wirjawan, Direktur Keuangan dan Produksi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia, BUMN yang membawahi Lokananta dalam keterangan tertulisnya.

Lokananta berdiri pada 29 Oktober 1956. Banyak peristiwa yang menjadi bagian sejarah perjalanan musik di Indonesia. Karena itu, Sigit berupaya terus melestarikan apa yang sudah dimiliki Lokananta.

"Mulai dari rekaman teks Proklamasi Bung Karno yang dibacakan ulang juga rekaman lagu sejumlah musisi legendaris, seperti Titiek Puspa, Bing Slamet, Gesang, Waldjinah, Sam Saimun dan sejumlah nama lain," katanya.

Lokananta terus melakukan optimalisasi aset terhadap konten dan hak cipta yang dimilikinya. Mereka juga coba memasukkan karya-karya yang ada ke platform digital seperti Spotify.

"Beberapa kita taruh di Spotify. Bisa dicari lagu-lagu dari Lokananta di situ. Lagu-lagu Waljinah sering diputar di Spotify. Kita punya dapat data dan perkembangannya," kata Sigit.

Dengan terus melakukan pembenahan, Sigit berharap Lokananta bisa jadi pusat aktivitas seni yang bernilai komersial, tapi juga bernilai historis. Lokananta sendiri saat ini tak hanya bisa dinikmati musisi yang hendak mengabadikan karyanya di studio rekaman terbesar di Indonesia ini, tapi juga oleh masyarakat umum. Lokananta dibuka setiap senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00 sampai 16.00, tak perlu membayar tiket untuk masuk ke dalamnya.
 
"Sebelum mengembangkan musik K-pop, pemerintah Korea juga pernah melakukan riset di Lokananta, termasuk bagaimana ciri khas musik itu sendiri. Makanya sekarang kita lagi menciptakan musik Indonesia yang punya ciri khas Indonesia," tutupnya.

 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA