Tompi Menilai Wajar Musisi "Terpecah" Menyikapi RUU Permusikan

Cecylia Rura    •    07 Februari 2019 17:06 WIB
tompiKisruh RUU Permusikan
Tompi Menilai Wajar Musisi
Tompi (Foto: dok. metrotvnews)

Jakarta: RUU Permusikan membuat sejumlah musisi terbagi menjadi beberapa kubu. Ada yang menginginkan penghapusan aturan untuk musisi dan ada yang sepakat RUU dilanjutkan tetapi direvisi beberapa poin.

Melihat hal ini, Tompi menganggap perpecahan itu adalah hal wajar. Sebab, musisi memiliki tujuan yang sama yaitu arah yang lebih baik bagi profesi di kalangan pelaku musik.

"Beda pendapat biasa tapi saya melihat semangat yang sama kok," ungkap Tompi dihubungi Medcom.id, Kamis, 7 Februari 2019.

Perpecahan ini terjadi karena banyak pasal kontroversial yang dirasa menyudutkan musisi independen. Tidak jarang mereka menyuarakan fenomena dan isu sosial dalam karya musik. Rencana sertifikasi dan pembatasan berkarya akan memberatkan para musisi.

Melalui akun Instagram, pemilik nama Teuku Adifitrian ini pun menyuarakan pendapatnya soal polemik RUU Permusikan. Dia menyoroti hal terkait tata kelola industri yang masih simpang siur. Padahal, regulasi ini berkaitan dengan hak royalti pelaku musik. Dia juga tidak sepakat tentang pembatasan musisi berkreasi seperti tertuang dalam Pasal 5 RUU Permusikan.

"Sangat tidak perlu! Kebebasan berekspresi, eksplorasinya harus merdeka," tulisnya.

Tompi juga tidak sepakat dengan adanya sertifikasi bagi para musisi, kecuali untuk para akademisi atau pengajar di bidang seni musik.

"Menurut saya penting untuk adanya suatu standar yang diakui bersama. Selanjutnya silakan dirumuskan acuannya oleh lulusan-lulusan sarjana musik. Ada yang jago tapi bukan lulusan sarjana musik dan mau jadi pengajar. Nah, ini yang diarahkan untuk sertifikasi," ungkapnya.




 


(ELG)