Sastra

Budayawan Maluku Bawakan Makalah di Munas Sastrawan

Fitra Iskandar    •    17 Oktober 2016 15:23 WIB
sastra
Budayawan Maluku Bawakan Makalah di Munas Sastrawan
Dino Umahuk.(Foto:IST)

Metrotvnews.com, Jakarta:  Ratusan sastrawan Indonesia akan berkumpul di Hotel Bidakara Jakarta pada 18—20 Oktober. Mereka akan urun pikiran untuk memajukan dunia sastra Tanah Air dalam Musyawarah Nasional Indonesia bertema “Peran Sastrawan dalam Pendidikan Karakter Masyarakat” ini.

Budayawan Maluku, Dino Umahuk  salah satu sastrawan yang diundang di acara tersebut. Dalam kegiatan yang digelar Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI itu, Dino akan menjadi pembicara pada sesi sidang pleno II, Rabu 18 Oktober. 

Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara itu akan menyampaikan makalahnya yang berjudul, “Memupuk Pendidikan Karakter dengan Membaca Sastra”.

Menurut Dino, dengan membaca dan memahami karya sastra, berarti manusia mencoba memahami kehidupan, mencoba memperoleh nilai-nilai positif dan luhur dari kehidupan, dan pada akhirnya memperkaya batinnya.

Budayawan yang kerap diundang ke berbagai ajang sastra internasional dan nasional ini menambahkan, Pembelajaran apresiasi sastra mampu dijadikan sebagai pintu masuk dalam penanaman nilai-nilai moral.

“Nilai-nilai moral, seperti kejujuran, pengorbanan, kepedulian sosial, cinta tanah air, psikologis, demokrasi, santun, dan sebagainya, banyak ditemukan dalam karya-karya sastra. Hal ini tentu dapat dikaitkan dengan fungsi utama sastra yaitu memperhalus budi, peningkatan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, penumbuhan apresiasi budaya, penyaluran gagasan, penumbuhan imajinasi, serta peningkatan ekspresi secara kreatif dan konstruktif,” pungkas sastrawan berjuluk “Lelaki dari Laut” ini.



Geliat Sastra Maluku: Sejumlah sastrawan Maluku membacakan karya puisi sebagai bentuk solidaritas kepada Bokum dan Nuhu, dua warga komunitas adat Togutil, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, yang ditahan Kepolisian Daerah setempat, berupa Pentas Sastra Alifuru for Togutil di Cafe Tampayang, Ambon, Maluku, Minggu (21/3/2015).(Foto:Antara/Embong Salampessy)

Di bagian lain, Dino menilai kehadirannya sebagai pembicara pada kegiatan nasional yang melibatkan sastrawan dari seluruh Indonesia ini, membuktikan bahwa sastrawan Maluku kini mendapat tempat di tingkat nasional .
 
Dino pun mengajak para sastrawan tanah asalnya untuk terus berkarya dan percaya diri mengembangkan talenta dan bakat kesusasteraan yang melekat pada kebudayaan Maluku.
 
“Kita punya latar budaya yang kuat melekat pada sastra, seperti  (tradisi lisan) dola bololo, bobaso se rasai, mantra-mantra dan sebagainya yang bisa diangkat sebagai identitas karya sastra Maluku. Kita juga punya alam terutama laut yang indah yang tidak habis diekplorasi bagi lahirnya karya sastra yang indah dan bagus,” ujarnya.

Sejumlah sastrawan kawakan tanah air seperti Nirwan Dewanto, Maman S Mahayana, Maman Suherman, serta Kepala Pusat pembinaan Bahasa, Profesor, Gufron Ali Ibrahim juga akan menjadi pembicara pada sesi yang berlangsung di hari pertama ini.
 
Mengenai acara berkumpulnya para sastrawan Tanah Air kali ini, Dino berharap ini tidak hanya sebatas agenda rutin. Lebih jauh Ia berharap melalui forum ini akan lahir sesuatu yang berharga bagi masa depan sastra Indonesia.

Di ajang sastra ini, Dino akan membagikan 100 buku antologi puisi ketujuh” Laut Maluku Lekuk Tubuhmu”  yang baru dirilis bulan lalu pada temu penyair delapan negara di Banda Aceh.
 
Saat acara malam keakraban, Ia akan tampil membawakan dua buah karya puisi musik berjudul "Menarilah dalam Pelukanku" dan "Subuh Penghabisan".  Dua puisi musik ini merupakan bagian dari album puisi musik ‘Beta Dino Cuma Satu’ yang sedang ia garap bersama kawan-kawan seniman dan musisi Ambon.

 


(FIT)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA