Foto Hari Terakhir Synchronize Festival 2016

Agustinus Shindu Alpito    •    31 Oktober 2016 11:00 WIB
synchronize festival
Foto Hari Terakhir Synchronize Festival 2016
Barry Likumahuwa (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesta musik Synchronize Festival 2016 usai digelar. Selama tiga hari pertunjukkan, yaitu pada 28,29,30 Oktober 2016, 104 penampil berhasil memenuhi janjinya untuk beraksi.

Pada hari terakhir penyelenggaraan, Synchronize Festival dihiasi nama-nama besar. Di antaranya Maliq & D’Essentials, Krakatau, Tulus, Dewa Budjana + Tohpati, Efek Rumah Kaca, dan Glenn Fredly.

Dimulai pada pukul 14:15, cara selesai lewat tengah malam, dengan penampilan penutup dari Glenn Fredly di Dynamic Stage, Shaggydog di Lake Stage, Seringai di Forest Stage, Efek Rumah Kaca di District Stage, dan Diskopantera di Gigs Stage.

Dari pengamatan Metrotvnews.com, hari ketiga Synchronize Festival 2016 merupakan hari paling ramai dikunjungi penonton, dibanding dua hari sebelumnya. Penonton tampak antusiaas di semua area. Pentas Arireda misalnya, digelar di area kecil GIgs Stage, penonton sangat ramai hingga tempat tak mampu menampung orang lagi. Begitu juga area panggung lain.

Synchronize Festival merupakan pesta musik yang digagas Dyandra Promosindo bersama perusahaan rekaman dan distribusi musik demajors. Acara ini bukan saja menjadi muara pertemuan berbagai aliran musik, tetapi juga sebagai pergerakan menyemarakkan kembali musik Indonesia.

“Selaras dengan namanya, Synchronize Festival 2015 memang bertujuan untuk mengsinkronisasikan serta menggerakan local content dari berbagai artis lintas dekade, lintas arus, lintas komunitas hingga lintas provinsi dan semangatnya merayakan perbedaan, sebuah terjemahan bebas dari Bhineka Tunggal Ika dalam musik, kata David Karto, Festival Director Synchronize Festival, sekaligus Managing Director demajors.

Salah satu musisi jazz muda terbaik Indonesia, Barry Likumahuwa, tampil atraktif bersama Adinda Shalahita & Albert Fakdawer. Tampil sore hari, Barry menjadi pembakar semangat penonton untuk terus mengarungi festival hingga larut malam.

Berikut rangkuman pesta hari terakhir Synchronize Festival dalam bingkai visual.



Maliq & D’Essentials tidak pernah gagal menyulut panggung dengan semangat, melagukan kisah cinta yang selalu disambut penonton dengan paduan suara masal.



Membawakan materi dari album baru, Zaman Zaman, The Trees & The Wild membuat pertunjukan gelap dan dingin. Tampil tanpa basa-basi dan lampu panggung yang statis, mereka menjadi jawaban atas musik alternatif di Indonesia yang berbalut ambient dan post-rock.




Inilah penampilan spesial Synchonize Festival 2016, 90’s Hip-Hop All Star. Iwa K, Neo, Sweet Martabak, Blackskin, berhasil membawa penonton ke masa jaya lagu Borju, Nombok Dong, Batman Kasarung, hingga Ti Di Dit.



Siapa lagi kalau bukan, Tulus. Penyanyi yang memberi darah segar bagi pemuja lagu cinta. Sudah dapat ditebak, penampilan Tulus mengundang paduan suara masal, tidak peduli dari mulut pria atau wanita.



Grup rock Barasuara membawakan nyaris seluruh materi dalam album debut, tanpa singel Bahas Bahasa.



Efek Rumah Kaca tampil dengan formasi lengkap. Cholil yang saat ini tinggal di Amerika Serikat rela terbang ke Jakarta demi tampil di Synchronize Festival 2016.


Gleen Fredly didaulat sebagai penutup festival ini. Mengenakan kaus grup musik Kelompok Penerbang Roket, Gleen mengaku bahwa dirinya adalah penggemar dari grup rock yang terdiri dari John Paul Patton alias Coki, Viki Vikranta, dan Rey Marshall.


(DEV)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA