Igor "Saykoji" Berpendapat Hip-Hop Lokal Masih jadi Anak Tiri

Cecylia Rura    •    20 Desember 2017 10:49 WIB
Igor
Igor Saykoji (Foto: Cecylia Rura/Metrotvnews)

Jakarta: Indonesia memiliki banyak pelaku musik kreatif. Bicara soal musik Indonesia terkhusus genre hip hop, rapper Igor Saykoji masih belum melihat industri musik Indonesia serius mengembangkan musik hip hop kendati kini genre musik tersebut tengah berkembang.

"Sangat berkembang, cuman kami itu anak tiri," ungkap Igor saat ditemui di bilangan Jakarta Pusat, Selasa, 19 Desember 2017.

"Pelakunya banyak, tetapi industri pasar itu masih meraba-raba hip hop ini mau ditaruh di mana."

Sebagian besar anak-anak hip hop sekarang jauh lebih mengerti soal teknologi dan rajin melakukan riset. Sehingga konten kreatif mereka memang tidak diputar di radio maupun dipublikasikan media, melainkan rajin diunggah di Youtube. Eksistensi kelompok musik hip hop pun sudah ada sejak era 2000-an, baik di kota maupun daerah-daerah.

Dikenal lewat singel So What Gitu Loh sejak 2006, Igor menyebutkan kreativitas melimpah dari musik hip hop serta biaya produksi musik dari para rapper jauh lebih minim, jika dibandingkan dengan sebagian besar teman-teman yang bermusik dengan band. Sehingga ini dipandang tidak sulit jika industri bisa menarik pelaku musik hip hop untuk dipromosikan.

Pasangan dari Tessy Penyami ini pun mengatakan untuk tahun ini kondisi hip hop Indonesia mengalami cukup perkembangan. Seperti ketika ada karya anak bangsa yang bisa viral dan menembus pasar internasional. Kendati sekarang disebutkan pasar hip hop Indonesia mulai ramai, ketika masuk ke industri langsung belum ada perhatian khusus. 

Menurutnya, hip hop Indonesia sekarang membutuhkan identitas.

"Kita semua masih mencari formula hip hop Indonesia itu seperti apa, jati diri Indonesia itu seperti apa. Dan itu memang sesuatu yang lagi dicari," kata Igor.


Prediksi Hip Hop Lokal ke Depan

Meneruskan apa yang terjadi di tahun 2017, Igor memprediksi ke depan pelaku musik hip hop lokal akan bertambah. Banyak dari musikus hip hop yang belajar dari kesuksesan Rich Chigga.

Pelaku hip hop lokal baik di kota maupun daerah pun dikatakan banyak yang memiliki komunitas dan basecamp khusus. Sehingga ketika kawan sejawat penikmat musik hip hop dari kota maupun lintas daerah ingin bertandang, mereka memiliki tempat untuk melakukan networking.

Namun kembali lagi soal industri, jangkauan pelaku musik ini masih sebatas Youtube sehingga belum bisa dikenal secara nasional.

Para musikus hip hop baru kini dirasa mampu membuat konten yang bisa dikonsumsi masyarakat internasional. Sayangnya, ketika warna musik anak-anak Indonesia diterima oleh market internasional, identitas sebagai rapper Indonesia masih belum tampak.

"Misalnya kita ke Korea, boyband-boyband banyak yang nge-rap. Dan itu identitas mereka. Kalau kita ke Jepang, mendengarkan rap, tapi pakai bahasa mereka."

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana rap dengan karakteristik Indonesia bisa diterima masyarakat umum di Indonesia.

"Kita kasih abang-abang mereka denger rap Indonesia, mereka bilang keren, wah ini sesuatu yang menurut saya memang masih dicari," tukas Igor.

Untuk proyek ke depan Igor tengah memimpikan untuk bekerja bersama David Tarigan dengan mengemas ulang lagu-lagu lawas melalui musik hip hop.

Sementara ini, Igor baru merampungkan satu lagu permintaan rumah produksi Multivision Plus mengisi soundtrack lagu untuk film 5 Cowok Jagoan karya sutradara Anggy Umbara yang akan tayang di penghujung tahun 2017.


(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA