Orkestrasi Payung Teduh yang Syahdu

Elang Riki Yanuar    •    18 November 2016 11:35 WIB
payung teduh
Orkestrasi Payung Teduh yang Syahdu
Payung Teduh (Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketegangan yang menyelimuti Is selama satu jam lebih lenyap sudah ketika Angin Pujaan Hujan selesai dimainkan. Malam itu, Is bersama grup musiknya, Payung Teduh baru saja menyelesaikan rekaman langsung.

Bukan rekaman biasa. Payung Teduh mengundang sejumlah teman, penggemar dan keluarga ke Hall Yamaha Music Indonesia, Jakarta. Mereka duduk di bangku yang sudah disediakan.

Jarak antara penampil dan penonton begitu dekat, tak lebih dari lima meter. Tak ada sekat kaca. Alhasil, proses rekaman Payung Teduh ini layaknya sedang menyaksikan konser mini.

Namun, tetap saja ini proses rekaman sehingga butuh suasana yang sedikit hening. Penonton tidak dianjurkan keluar masuk tempat rekaman ketika lagu tengah dimainkan. Bertepuk tangan pun kebanyakan hanya dilakukan setelah lagu selesai dinyanyikan.

Layaknya sebuah konser, Is memberikan pengantar sebelum memulai lagu. Tak jarang, dia coba melontarkan candaan.

"Ini salah satu lagu pertama kita (di industri musik). Yang membuat kita dibilang band jazz, padahal apa ya," ucap Is tertawa sebelum menyanyikan lagu Berdua Saja dan Rahasia.


Payung Teduh (Foto: Metrotvnews/Elang)

Sebanyak 13 repertoar mereka sajikan. Kehadiran orkestra yang mengiringinya membuat musik Payung Teduh terasa lebih kaya. Lagu Biarkan dan Resah bahkan hanya dimainkan instrumennya saja.

Materi yang direkam memang lagu-lagu yang ada di dua album Payung Teduh sebelumnya. Di antaranya lagu Kita adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan, Tidurlah, Cerita Tentang Gunung dan Laut, dan Amy yang membuat penonton terbuai dengan irama Payung Teduh yang syahdu.

Dalam proyek yang diproduseri Sadrach Lukas ini mereka juga menampilkan sejumlah kolaborator. Salah satunya maestro gitar Jubing Kristianto yang menjadi penampil tamu di lagu Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan.

"Ini adalah guru saya," kata Is menyambut kedatangan Jubing.

Sadar ini bukan rekaman biasa, Payung Teduh sengaja memberikan tontonan yang apik. Mereka menghadirkan penari di akhir penampilan. Setelahnya, para penonton pun memberikan standing ovation kepada Payung Teduh.


Payung Teduh (Foto: Metrotvnews/Elang)

"Ternyata sangat sulit. Groginya minta ampun main sambil direkam di depan orang sebanyak ini. Kita yang biasanya masa bodoh kalau ada salah tampil di panggung, mau tidak mau harus benar-benar belajar disiplin diri," kata Is saat berbincang dengan Metrotvnews.com sesudah tampil.

Hasil rekaman Payung Teduh yang difasilitasi Yamaha Music Indonesia ini akan dibuat dalam bentuk CD, kaset, piringan hitam, DVD dan platform digital music. Paket pre-order yang berisi CD, T-Shirt, Totebag dan Kalender pun telah dibuka. Yang spesial, nama-nama pemesan paket akan diabadikan dalam paket CD.  


 


(ELG)