Lebih dari 200 Musisi Bergabung Tolak RUU Permusikan

Purba Wirastama    •    04 Februari 2019 10:51 WIB
Kisruh RUU Permusikan
Lebih dari 200 Musisi Bergabung Tolak RUU Permusikan
Poster Tolak RUU Permusikan (Foto: Via Petisi Tolak RUU Permusikan Change.org

Jakarta: Kelompok oposan RUU Permusikan yang berisi pelaku musik antara lain Rara Sekar dan Danilla Riyadi, berkembang dari puluhan pendukung menjadi ratusan. Secara resmi, kelompok ini menamakan diri Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP). 

Semula, seperti telah dilaporkan Medcom.id, kelompok oposan dibentuk oleh hampir 100 pelaku musik lintas daerah. Dalam waktu beberapa jam setelah kelompok ini diumumkan ke publik, dukungan dari pelaku musik lain berdatangan. 

Efek Rumah Kaca, salah satu grup musik yang mendukung KNTL RUUP, merilis pernyataan sikap koalisi ini di media sosial. Mereka juga merilis nama-nama pelaku musik yang bergabung dengan koalisi. 

Baca juga: Uraian "Pasal-Pasal Karet" RUU Permusikan yang Dilawan Para Musisi

"Efek Rumah Kaca beserta ratusan pelaku musik dari beberapa kota di Indonesia, secara tegas #TolakRUUPermusikan karena berpotensi merepresi musisi," tulis @sebelahmata_erk dalam postingan Instagram pada Minggu malam, 3 Februari 2019.

"Karena keterbatasan jumlah gambar dalam satu pos, berikut 97 nama dari 267 pelaku musik yang sejauh ini telah menyatakan dukungannya. Ditunggu dukungan pelaku musik lain untuk menolak RUU Permusikan ini," lanjut mereka. 

Lewat situs web change.org, Danilla memulai petisi penolakan RUU Permusikan. Hingga pagi ini, tujuh jam sejak petisi dimulai, sebanyak 31 ribu orang telah memberi dukungan. Di sana, Danilla mengajak para pelaku musik untuk bergabung secara resmi dengan menyematkan informasi nama, nama grup atau institusi, serta profesi.

Terkait materi RUU Permusikan, KNTL RUUP menemukan "setidaknya 19 pasal yang bermasalah, mulai dari ketidakjelasan redaksional atau bunyi pasal, ketidakjelasan siapa dan apa yang diatur, hingga persoalan mendasar atas jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusik". 

 Baca juga: RUU Permusikan, Jawaban atau Batu Sandungan?

Mereka membeberkan empat alasan kenapa menolak RUU Permusikan, yang kini sedang dibahas oleh Komisi X DPR, untuk disahkan. Empat alasan itu adalah adanya "pasal karet" yang bias dan multi-interpretasi, ancaman marjinalisasi musisi independen, pemaksaan kehendak dan diskriminas, serta pemuatan informasi umum dan hal yang tidak perlu diatur.
 


(ASA)