Dhira Bongs Pastikan Tampil Mewakili Indonesia di SXSW 2019

Cecylia Rura    •    11 Januari 2019 14:16 WIB
Dhira BongsSXSW 2019
Dhira Bongs Pastikan Tampil Mewakili Indonesia di SXSW 2019
Dhira Bongs (Foto: via SXSW)

Jakarta: Dhira Bongs tampil dalam festival musik tahunan prestisius South by Southwest (SXSW) 2019. Musisi asal Bandung ini berhasil masuk daftar 300 lebih penampil dalam pengumuman gelombang ketiga yang diumumkan pihak SXSW melalui laman resmi.

Dara bernama asli Nadhira Soraya Nasution itu mendaftar melalui jalur personal untuk bisa tampil dalam acara musik yang digelar di Amerika Serikat itu. Dia ditunjuk langsung oleh SXSW setelah mendaftar secara pribadi.

"Ini personal. (Aku) Direct apply ke SXSW-nya," tutur Dhira saat dihubungi Medcom.id melalui pesan elektronik, Jumat, 11 Januari 2019.

Hingga berita ini diturunkan, Dhira Bongs menjadi satu-satunya musisi perwakilan Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar musisi. Namun Dhira menambahkan, akan ada pengumuman line up berdasarkan festival lain untuk SXSW.

"Sejauh ini saya, soalnya kemarin SXSW sudah mengeluarkan final line up announcement. Tapi, minggu depan bakal ada lagi line up announcement berdasarkan rujukan dari festival lain untuk SXSW. Tahun ini ada program itu katanya," sambung Dhira.

Dhira Bongs adalah musisi sekaligus penulis lagu berusia 25 tahun. Dia sempat tampil dalam Kyoto Music Expo 2017 di Jepang mewakili Indonesia. Dia juga pernah menggelar showcase di Tokyo, Osaka, Nagoyam dan Kyoto. Hingga saat ini dia telah menelurkan album My Precious (2013), Head Over Heels (2016) serta singel terbaru yang dirilis tahun lalu Strugglin' dan Jangan Tumbuh.

Dalam bermusik, Dhira meramu musik explorative pop jazz. Genre ini muncul didasari pada beberapa jenis musik yang kerap dibawakannya seperti pop, indie pop, R&B dan disko. Ciri khas Dhira saat bermusik di atas panggung adalah dengan gitar kecil dan suara mezzo-soprano.

Festival SXSW tahun ini memasuki gelaran ke-33. Acara akan berlangsung selama sepekan mulai 11-17 Maret 2019.

Hampir setiap tahun musisi Indonesia mendapat kesempatan terbang ke Amerika Serikat untuk mengisi acara tahunan ini. Ada The SIGIT (2009), Shaggydog (2016), Lightcraft (2017), Kimokal dan Efek Rumah Kaca (2018). Berbeda dengan musisi lain, Efek Rumah Kaca tahun lalu sempat bersitegang dengan pihak BEKraf soal dana transportasi keberangkatan ke Amerika Serikat. Pada akhirnya, Efek Rumah Kaca menggunakan dana pribadi untuk berangkat ke SXSW.

Di samping pendaftaran secara personal, Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) juga membuka tangan untuk membantu musisi mendaftar dalam acara SXSW.

Juli tahun lalu, BEKraf berencana akan memboyong musik dangdut lewat program Hello Dangdut. BEKraf bekerja sama dengan Irama Nusantara, penyimpan arsip musik-musik dangdut. "Kami akan bawa pengalaman ber-dangdut ke sana," kata David Tarigan, pengamat musik dan pendiri Irama Nusantara, dilansir dari Antara.

Namun, hingga saat ini belum ada kabar terbaru terkait rencana tersebut untuk membawa musik dangdut ke kancah internasional.

 
(ELG)