Konser 5upergroup

5 Grup Musik Lintas Generasi Sukses Meriahkan JCC

Cecylia Rura    •    22 November 2017 11:37 WIB
konser musik
5 Grup Musik Lintas Generasi Sukses Meriahkan JCC
Penampilan Krakatau di konser 5upergroup, Selasa, 21 November 2017 di JCC

Jakarta: Lima grup band lintas generasi dan lintas genre sukses mengguncang Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) lewat musikalisasi yang apik pada Selasa (21/11/2017) malam. Konser bertajuk 5UPERGROUP ini dibuka dengan penampilan nyentrik God Bless lewat lagu Panggung Sandiwara.

"Terima kasih atas kehadiran para pecinta musik," ucapnya vokalis God Bless Ahmad Albar di sela penampilannya.

Pria yang akrab disapa Iyek itu kembali melanjutkan penampilannya dengan lagu Menjilat Matahari, dilanjutkan dengan lagu ciptaan Donny Fattah, Cermin, lagu yang terdapat dalam album bertajuk sama yang dirilis pada 1980.

Tepat ketika jarum jam berhenti pada pukul 20.56, grup musik rock ini menyanyikan lagu terakhirnya, Bis Kota, ciptaan Teddy Sunjaya sebelum berganti gilir panggung musik dengan grup band Gigi.

Pada babak kedua, Gigi tak kalah energetik dari para seniornya, God Bless.  Armand Maulana membuka penampilan dengan membawakan lagu Terbang  sambil mengajak para penonton bernyanyi. Suami Dewi Gita itu berhasil membius para penonton untuk merasakan kembali atmosfer kejayaan band asal Bandung tersebut.

Setelah membakar semangat penonton, Gigi menghangatkan suasana malam dengan lagu Ku Ingin  yang dilanjutkan dengan Andai yang dilanjutkan dengan tembang romantis Sebelas Januari.


Penampilan Gigi (Foto: Yogi Rachman)

"Sebelas Januari bertemu, menjalani kisah cinta ini, naluri berkata engkaulah, milikku..." sepenggal bait pertama yang dinyanyikan Armand diikuti sorak sorai penonton dari kursi tribun atas dan bawah.

Menit selanjutnya Gigi memanfaatkan waktu untuk berinteraksi kepada para penonton dan mencolek mereka yang masih malu-malu untuk bernyanyi.

"Yang duduk ayo jangan jaim, siapa yang jomblo angkat tangan!" kelakar Arman yang disambut sorak penonton. Arman pun membawakan lagu Jomblo  yang diikuti para penonton.

Malam semakin larut, Gigi tak berhenti mengajak penikmat musik bernostalgia sambil mendendangkan lagu Nirwana. Aksinya dilanjutkan dengan lagu bertajuk Janjiku.

Penonton semakin terbius untuk menyaksikan sajian musik 5UPERGROUP saat Armand mengizinkan Gusti Hendy menggebuk drum solo ditemani petikan bass dari Thomas Ramdhan.

Menit-menit berlalu, tampak lampu sorot mengarah pada sosok lain penggebuk drum yang siap berganti gilir menghibur penikmat musik. Rupanya Krakatau adalah band selanjutnya yang menghibur penonton JCC. Selama dua menit lamanya Gilang menggebuk drum seorang diri mengiringi Trie Utami yang muncul dari tengah penonton membawakan lagu La Samba Primadona  sambil berjalan ke tengah panggung. Sesaat lantunan musik berganti memulai lagu Cita Pasti.


Krakatau (Foto: Yogi Rachman)

Indra Lesmana sedikit memotong momen, mengucapkan rasa syukur berada di atas panggung bersama dengan musisi-musisi legendaris lintas generasi.

"Kami bersyukur sekali malam ini bisa beada di sini bersama God Bless, Gigi, juga Kahitna dan Sheila on 7," ucap Indra yang tak lama setelah itu memulai intro lagu bertajuk Kau Datang.

Trie Utami mengajak penonton ikut bernyanyi sambil bersahut-sahutan dengan para penonton.

Laru dalam hentakan musik fusion jazz Krakatau, Trie Utami berjalan menguasai panggung sambil menyapa penonton.

"Krakatau tidak pernah menganggap penonton terpisah dari panggung, semuanya adalah keluarga Krakatau. Krakatau sudah merilis album chapter one, akan ada chapter two, chapter three, dan kami akan terus bermusik tidak tahu sampai kapan," ucap Trie sambil melempar senyum ke beberapa member Krakatau di atas panggung.

"Lagu Cermin Hati  melodi dibuat oleh Indra Lesmana, lirik oleh saya (Trie Utami)," lanjutnya sambil mulai memainkan alunan musik dari Cermin Hati.

Di akhir lagu, Trie menghampiri Boni Suhendra kemudian memperkenalkan member Krakatau sau per satu. Dimulai dari Boni Suhendra, "Minta tepuk tangan pada gitar," sorak Trie.

"Bass, the one and only Budi Dharma."

"Di ujung sebelah sana, Dwiki Darmawan."

"On drums, Gilang Ramadhan."

"Dan sahabat saya, hahaha, Indra Lesmana."

"And the most beautiful girl on stage, selamat malam saya Trie Utami," tukasnya sambil diiringin tepuk tangan penonton.

"Kami berenam adalah guru-guru musik. Kami tidak bermusik tanpa guru-guru. Sungguh terhormat bisa tampil di depan para guru."

Krakatau kemudian kembali menghentakkan kaki di atas panggung membawakan lagu Gemilang, menandakan berakhirnya aksi Krakatau pada malam itu.

Dibuka dengan gebukan drum Gilang pun membuatnya harus kembali menutup aksi panggung Krakatau lewat kepiawaiannya menciptakan dentuman keras bertempo cepat namun tak menghilangkan sense warna jazz.

Dengan apik, gebukan itu ditemani oleh suara rhythm musik gitar, petikan bass, dan keyboard diikuti suara merdu Trie Utami yang menyanyikan lagu Seraut Wajah  sebagai lagu penutup aksi panggung mereka.

Tiga band legendaris lintas generasi telah menuntaskan tugasnya menghibur para penonton. Giliran Kahitna mengajak penikmat musik yang semula diberi dentuman musik bertempo cepat berganti halus dengan iringan melodi merdu. Single Takkan Terganti  menjadi pembuka aksi panggung band pop jazz yang dimotori oleh musikus Yovie Widianto.


(Foto: Yogi Rachman)

Penonton yang terbius malam itu seolah tak menyadari adanya jeda pergantian lagu Cerita Cinta yang cukup gembira. Kembali kemudian penonton diajak bernostalgia dengan dingle Andai Dia Tahu  diikuti nyanyian penonton dari berbagai sudut.

"Sebuah kehormatan luar biasa buat Kahitna. Kami tadi menikmati sekali dari belakang panggung aksi dari God Bless, Gigi, Krakatau kemudian nanti Sheila on 7 pasti sangat seru. Jadi Kahitna nggak usah banyak-banyak (nyanyi). Lagu ini biasanya kami nyanyikan waktu ada pasangan-pasangan," ujar Yovie sambil memulai intro dari lagu Mantan Terindah, penonton ikut bersorak.

Atmosfer cinta yang dibawakan Kahitna semakin terasa ketika Mario, Hedi Yunus dan Carlo Saba meminta lampu seisi ruangan dimatikan dan penonton diajak untuk menyalakan layar ponsel masing-masing sambil mengangkatnya ke atas di sela-sela lagu Mantan Terindah akan berganti dengan lagu Untukku.

Selama dua menit ke depan penonton diberi kesempatan oleh Kahitna menyanyikan lagu tersebut serentak hingga menggemakan Pleanary Hall, JCC. Sebagai penutup, Kahitna menyanyikan lagu Cantik.

Aksi panggung yang tak kalah dinantikan oleh penikmat musik malam itu adalah Sheilan on 7. Band asal Yogyakarta itu memulai aksi panggungnya dengan single Jadikanlah Aku Pacarmu. Sontak penonton di atas tribun dan sekitar panggung bersorak.

Di penghujung lagu sang vokalis Duta bersama ketiga personel lain sesaat melakukan stop motion. Tak berlangsung lama mereka kemudian membawakan lagu Bila Kau Tak di Sampingku diikuti seruan penonton saat lagu yang dibawakan berganti Seberapa Pantas.

"Di hari yang sama sekali bukan weekend ini kalian masih mau datang ke sini. Semoga kalian semua enjoy  dan berbahagia ya," kata Duta.

Tembang Radio  sesaat didentumkan lewat musikalisasi bertempo cepat dan memancing penonton bergoyang melompat ria sambil meneriakkan bunyi penggalan refrain, "Lewat radio!"

Setelah membawakn lima buah lagu, penonton tampak masih haus akan penampilan Duta dan kawan sejawat. Tentu belum cukup rasanya memenuhi keinginan para penonton jika SO7 belum menyanyikan lagu Kita dilanjutkan dengan Dan, single yang sempat mengisi soundtrack film Posesif  yang sempat masuk dalam Festival Film Indonesia 2017.

Dan tampaknya malam itu memang menjadi milik SO7 ketika mereka terus membawakan beberapa single andalan di antaranya Itu Aku  dan Berlapang Dada. Kembali Duta menyapa penonton dan mengucapkan rasa syukurnya.

"Sebuah kehormatan luar biasa untuk tampuk di acara ini. Mudah-mudahan bisa dijadikan agenda tahunan," ungkap Duta sambil melempat senyum ke para penonton.

Bukan Sheila on 7 namanya jika belum membawakan lagu Melompat Lebih Tinggi. Dalam lagu ini petikan solo gitaris Eros sangat melekat di ingatan muda-mudi era 90-an. Benar saja, Eros memainkan gitarnya dengan cara tak biasa. Spontan ketika memasuki nada petikan gitar Eros berbalik badan dan mengangkat gitar ke area belakang leher sambil memainkan instrumen khas dalam lagu bertempo cepat itu.

Lagi dan lagi, Duta kembali menggunakan beberapa menit untuk mengucapkan terima kasih dengan sepenggal syair manis.

"Semoga kesempatan bersama Sheila on 7 kali ini bisa menjadi Kisah Klasik di Masa Depan," ucap Duta sambil memulai lagu Kisah Klasik di Masa Depan.

Aksi panggung mereka ditutup dengan manis lewat penggalan bait terakhir. "Mungkin diriku masih ingin bersama kalian, mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian. Selamat malam semua!"

Rupanya penampilan SO7 bukanlah yang terakhir. God Bless kembali naik ke atas panggung ketika jarum jam berhenti di pukul 23.43 WIB.

Gitaris God Bless berjalan dari tengah penonton diiringi gebukan musik drum untuk lagu Semut Hitam. Panggung 5UPERGROUP kemudian resmi ditutup dengan single Rumah Kita  karya Ian Antono. Di tengah-tengah lagu akan berakhir seluruh musikus pengisi acara naik ke atas panggung. Trie Utami mengiringi bait akhir Rumah Kita  sebelum pesta musik itu ditutup tepat tiga menit sebelum hari berganti.
 


(DEV)