Para Menteri Akrabkan Diri di Java Jazz Festival 2018

Purba Wirastama    •    03 Maret 2018 10:26 WIB
java jazz festival 2018
Para Menteri Akrabkan Diri di Java Jazz Festival 2018
Aksi Elek Yo Band di Java Jazz 2018 (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Grup musik sejumlah menteri Kabinet Kerja, Elek Yo Band turut menjadi penampil hari pertama Java Jazz Festival 2018. Kendati bukan grup musik profesional dan belum pernah rilis lagu, popularitas mereka sebagai pejabat publik rupanya menjadi salah satu magnet besar bagi festival ini.

Aula B1 JIExpo Kemayoran dengan kapasitas 4.000 orang telah dipenuhi penonton jelang penampilan mereka pukul 20.00 WIB. Sebagian penonton memang ke JJF hari pertama, Jumat, 2 Maret, demi menonton Elek Yo Band.

Endah N Rhesa bergabung sebagai kolaborator. Pada sekitar 20-an menit pertama, mereka mengulur waktu dengan bermain lebih dulu karena personel Elek Yo Band masih bersiap-siap di belakang panggung.

"Terdengar lho dari sini, Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) masih berlatih vokal," kata Endah yang lalu memberi contoh suara falsetto pendek.


Elek Yo Band (Foto: Medcom/Purba)

Setelah empat potong lagu, grup yang dinanti akhirnya tiba. Sembari bernyanyi lagu Dia dari Anji eks grup Drive, Teten Masduki berjalan masuk panggung, diikuti Retno Marsudi (vokal), Basuki Hadimulyono (drum), Sri Mulyani Indrawati (vokal), Budi Karya Sumadi (gitar/vokal), Hanif Dhakiri (vokal/gitar), Triawan Munaf (kibor). Lalu juga ada Agus Marsudi suami Retno (bass) dan Tony Kojansow (kibor).

"Ini penampilan kedua kami. Elek Yo Band dibentuk 30 tahun lalu tapi baru manggung dua kali," kelakar Teten disambut tawa penonton.

Teten mengenalkan satu per satu para personel Elek Yo Band, yang semua berpakaian putih, dengan kelakar tentang profesi mereka.

"Ini vokalis kami, Retno Marsudi. Pekerjaan sampingan: Menteri Luar Negeri," ujar Teten.

"Wah ini tukang gali tol, Pak Basuki," ucap Teten yang disambut riuh.

"Musik itu adalah bagian dari hidup kami yang penuh dengan kerja kerja kerja. Jadi musik untuk bersenang-senang," lanjutnya.

Elek Yo Band (Foto: Medcom/Purba)

Lagu kedua mereka adalah Ku Tak Bisa dari Slank. Endah menjadi penyanyi utama yang menjadi semacam rel penjaga lintasan. Lagu berikutnya adalah Juwita Malam. Kali ini, Sri Mulyani menunjukkan kebolehannya bernyanyi di panggung publik. Para penonton bertepuk tangan riuh.

"Kami cuma hapal tiga lagu," ujar Teten mengisyaratkan pamit setelah tampil 15 menit.


Elek Yo Band bersama Endah (Foto: Medcom/Purba)

Namun setelah diskusi singkat, mereka bermain lagi. Intro gitar akustik dan bass dengan tempo cepat langsung dikenali penonton. Mereka memainkan lagu Bento dari Iwan Fals.

Bento populer sebagai lagu sindiran dan kritik bagi pengusaha serakah. Dengan membawa lagu ini, para menteri dalam Elek Yo Band seakan semakin memutus jarak emosional antara mereka dan penonton. Para penonton ikut bernyanyi dengan asyik.




 


(ELG)