Honne Bicara Soal Proyek Musik Terbaru

Agustinus Shindu Alpito    •    20 Maret 2017 11:16 WIB
musik barat
Honne Bicara Soal Proyek Musik Terbaru
(Foto: Billboard)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berterimakasihlah pada internet, setidaknya hal itu patut dilakukan oleh Honne. Duo pop-soul-elektronika asal London itu mendadak digandrungi anak muda Indonesia, khususnya Jakarta.

Ini menarik, mengingat Honne bukan grup populer yang besar dari radio atau televisi. Mereka merintis karier melalui internet, lebih tepatnya SoundCloud. Kemudian Honne lebih memperkenalkan lagi siapa dirinya melalui video musik yang diunggah ke YouTube.

Siapa sangka, sebuah grup baru yang secara umum belum dikenal luas mampu menjadi bintang utama dalam sebuah pesta musik mahasiswa sebuah universitas di Depok? Lebih mengejutkan lagi, nama Honne menjadi magnet yang membuat tiket acara itu terjual habis dalam hitungan menit.

“Menurut kami orang harus mengerti siapa kami lebih dulu dan itu bisa sebagai jalan untuk memperkenalkan sisi lain kami,” kata Honne kepada media, di Artotel, Jakarta Pusat, belum lama ini..

Album debut Honne, Warm On A Cold Night terdengar mengagumkan. Mereka sukses meramu elektronika dengan pop-soul dengan porsi yang pas. Seolah menunjukkan bagaimana perangkat musik digital digunakan dengan baik untuk sebuah lagu.

Hampir seluruh lagu dalam album debut Honne terdengar mudah dicerna. Tetapi ada nomor-nomor khusus yang mengesankan, antara lain Someone That Loves You, Good Together, All In The Value, dan tentu hit Warm On A Cold Night.

Honne sepertinya sadar bahwa mereka sukses dengan formula perkenalan diri yang telah mereka lakukan di SoundCloud atau YouTube. Kini, mereka dalam tahap untuk menggiring penggemar ke ruang-ruang lain dalam rumah “Honne” itu sendiri.

“Proyek kami selanjutnya yang juga sedang kami kerjakan adalah album baru, sudah ada sekitar enam atau tujuh lagu. Namun album kami selanjutnya akan menjadi versi baru dari Warm On A Cold Night,” ungkap Honne.

Mereka juga menjamin bahwa album baru akan terdengar lebih up-beat, up-tempo, dan menjadi musik-musik yang bisa diputar di lantai dansa.

Honne merupakan nama yang diambil dari bahasa Jepang. James Hutcher dan Andy Clutterbuck - dua pria di balik Honne - memutuskan menamai proyek musik mereka Honne, setelah mengumpulkan beberapa materi musik.

"Kami sudah membuat sekitar lima lagu sebelum menemukan nama tersebut. Nama itu menggambarkan musik yang kami buat dan menghasilkan kesempurnaan."

Honne diterjemahkan sebagai sebuah perasaan yang tulus. Itu pula yang mendasari James dan Andy memakai nama Honne.

"Kami hanya menjadi jujur dan membuat sebuah musik yang romantis," ungkap Honne.

 


(DEV)

Berharap pada Museum Musik Indonesia

Berharap pada Museum Musik Indonesia

3 days Ago

Gedung Kesenian Gajayana adalah rumah baru bagi Museum Musik Indonesia, setelah mereka menempat…

BERITA LAINNYA