John Ivan: Pencatutan Nama Pencipta Lagu Perdana dalam Sejarah

   •    24 Mei 2018 10:54 WIB
boomeranghoax
John Ivan: Pencatutan Nama Pencipta Lagu Perdana dalam Sejarah
Mantan Gitaris Boomerang John Paul Ivan melaporkan hoaks yang menyebut dirinya sebagai pencipta lagu #2019GantiPresiden. (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo).

Jakarta: Eks gitaris Boomerang John Ivan Paul mengaku tak habis pikir dengan portal berita daring yang menyebut dirinya adalah pencipta lagu gerakan bertanda pagar #2019gantipresiden.

Dalam ingatan Ivan, ia merasa tak pernah dikonfirmasi apa pun terkait pembuatan lagu atau pemberitaan media daring yang mencatut namanya.

"Secara motif saya mengerti suhunya panas menjelang (pilpres) 2019, arahnya kesitu. Tapi sampai nama saya dibawa-bawa, saya sama sekali enggak ngerti," ujarnya, dalam Metro Pagi Primetime, Kamis, 24 Mei 2018.

Ivan mengatakan kasus yang dialami oleh dirinya saat ini terbilang uniki. Ia menyebut kasus pencatutan nama untuk sebuah karya lagu boleh jadi merupakan yang pertama dalam sejarah tindak pidana di Indonesia.

"Biasanya kan sebuah karya lagu diklaim sama banyak orang, ini kebalikannya. Sepertinya ini kasus pertama," kata dia.

Menurut Ivan apa yang dilakukan oleh portal berita daring yang mencatut namanya untuk kepentingan politik pihak tertentu sangat tidak patut. Ikut dalam dunia politik memang hak semua warga negara, namun harus dilakukan dengan santun.

Ia menyayangkan isi dari lagu gerakan bertagar #2019gantipresiden justru bernada provokatif, memuat hasutan, bahkan propaganda. Menurut dia seniman boleh saja berafiliasi dengan politik tertentu tapi harus dengan cara yang benar.

"Bukan dengan begini, istilahnya seenaknya sendiri. Dengan segala cara entah dengan kepentingan apa menggunakan nama orang lain sembarangan. Ini tidak benar," jelas dia.

John Ivan Paul sebelumnya melaporkan sebuah portal berita daring yang mencatut namanya sebagai pencipta lagu bertagar #2019gantipresiden ke Bareskrim Polri. Ivan merasa keberatan lantaran dia merasa tidak pernah terlibat dalam lagu itu atau mendapat konfirmasi dari media bersangkutan.

Meski pada akhirnya media yang disebut menyatakan permohonan maaf secara tertulis, Ivan tetap melanjutkan laporannya dan berharap menjadikan pelajaran bagi semua pihak untuk tidak menyebarkan berita bohong.

 
(MEL)