Di Balik Video Musik Man upon The Hill Milik Stars and Rabbit yang Mengagumkan

Agustinus Shindu Alpito    •    02 Juni 2017 15:05 WIB
stars and rabbit
Di Balik Video Musik Man upon The Hill Milik Stars and Rabbit yang Mengagumkan
Stars and Rabbit (Foto: dok. Adimas Reynard)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada Mei 2017, duo akustik asal Yogyakarta, Stars and Rabbit merilis video musik Man upon The Hill. Video musik dari album debut mereka, Constellation, yang dirilis pada 2015.

Sejak kemunculannya, Stars and Rabbit seperti membawa senandung yang segar. Tidak lain karena karakter vokal Elda yang unik, dan padu dengan permainan gitar Adi yang mampu membungkus gagasan musik mereka dengan apik. Singkat kata, mereka benar-benar pasangan serasi yang patut diapresiasi.

Kembali ke soal video musik Man upon The Hill, Stars and Rabbit kembali mencuri perhatian. Mereka ternyata mampu menghadirkan kekuatan visual yang memukau.

Video musik Man upon The Hill disutradarai oleh Bona Palma. Mereka mengambil tempat di Waingapu, Sumba Timur, sebagai lokasi syuting.

"Butuh sedikit waktu buat adaptasi dengan cuaca dan budaya di sana, cuaca cukup panas kalau siang hari. Jadi kami harus banyak minum air putih! Tetapi langitnya bersih banget dan view-nya yang bikin saya makin bangga jadi orang Indonesia," kata Adi kepada Metrotvnews.com.

Dalam video itu, Adi seolah memainkan akar pohon sebagai gitar. Sedangkan Elda berada di puncak bukit. Keduanya silih berganti muncul dalam video dengan sunting yang padu.

"Kami ada beberapa tempat untuk pengambilan gambar. hari pertama dari pagi sampai sore syuting lumayan berjalan lancar walaupun ada kendala sedikit, tetapi kami harus merelakan satu scene api unggun di hutan dengan latar belakang pohon besar di belakangannya enggak bisa kami ambil, karena hujan lebat datang pas setelah maghrib dan enggak berhenti sampai malam," lanjut Adi.

Menjalani syuting di daerah terpencil memiliki beberapa tantangan. Salah satunya kendaraan mereka yang mengalami hambatan karena melalui jembatan yang rawan untuk dilalui mobil. Akhirnya, tim Stars and Rabbit harus mengakali dengan meletakkan kayu balok untuk pijakan roda mobil.

"Kami semua harus keluar dan berjalan kaki untuk menyebrang jembatan dengan kostum dan make-up yang mencolok, karena mobil harus menyebrang tanpa muatan. Syukurlah kami dan seluruh tim bisa menyebrang dan menyelesaikan sisa scene yang belum diambil," kata Adi.

Elda sendiri sangat terkesan akan alam Waingapu sejak pertama menginjakkan kaki di sana.

"Aku baru sampai di sana langsung speechless, nature speaks so loud and it calms me down. Yang terdengar cuma suara jangkrik, padahal baru juga turun dari pesawat," kata Elda yang juga menceritakan butuh waktu dua jam untuk sampai di setiap lokasi syuting.

Salah satu hal berkesan bagi Elda adalah ketika Stars and Rabbit dan tim sedang melakukan syuting pada tengah malam. Elda menyaksikan anak-anak membawa obor di atas bukit untuk merayakan Paskah. Mereka berdoa dan bernyanyi bersama.

Tentang Relasi Manusia dan Alam

Selain menyuguhkan visual yang indah, konsep dalam video musik itu menarik. Dalam scene awal, kita melihat bagaimana Elda memiliki tiga mata - satu di dahi.

"Tentang tambahan mata, yang menjadi perhatian saya seperti itulah yang terlihat secara fisik jika mata ketiga Anda terbuka. Jadi yang terjadi dan aku rasakan adalah saya semakin dekat dengan intuisi saya, penglihatan yang tajam, dan (dengan mata ketiga) Anda bisa merasakan sesuatu yang lebih 'tinggi' dari diri sendiri, dan Anda mulai melihat hal-hal lebih jelas dan indah, melihat sesuatu yang secara fisik sehari-hari tidak bisa dilihat. Mungkin (dalam keseharian) Anda cuma bisa merasakannya tetapi enggak tahu apakah itu. Itulah intuisi yang berbicara untuk tubuh Anda, dan menuntun Anda melalui kehidupan dengan cara yang paling jujur," jelas Elda.

Secara garis besar, ada dua tema besar dalam video itu, pertama soal relasi manusia dan alam, kemudian soal relasi antara manusia dan manusia.

"Jadi ada dua entitas di situ, diceritakan mereka datang dari dua dunia yang berbeda tetapi entah bagaimana mereka hidup dalam dunia yang sama, tetapi mereka enggak pernah bertemu karena memang mereka tumbuh secara terpisah. Jadi kalau pun ada di tempat yang sama, tetapi seperti beda dimensi gitu, jadi enggak pernah bertemu. Ya, karena sudah tumbuh masing-masing saja, karena inti ceritanya begitu. So we use it in symbols," lanjut Elda.

Lagu Man upon The Hill sendiri diciptakan Elda ketika dirinya merasa sangat dekat dengan alam, "Jadi aku bisa mendengarkan pikiran-pikiranku dengan sangat jelas sampai di titik aku bisa benar-benar jujur dengan diri sendiri dan perasaanku, terus aku bisa menulis (lagu Man upon The Hill)."

Dalam waktu kurang dari sebulan, video musik itu sudah ditonton lebih dari 93 ribu kali.

Stars and Rabbit dalam perjalanannya mulai mendapat apresiasi internasional. Pada Oktober 2016, mereka menggelar tur di Inggris. Tidak berhenti sampai di situ, mereka melanjutkan perjalanan keliling dunia pada Mei 2017, dalam tajuk Baby Eyes Asian Tour 2017. Dalam rangkaian tur itu mereka tampil di Tokyo, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.


(ELG)