Metallica Raih Penghargaan Bergengsi

Cecylia Rura    •    15 Juni 2018 12:40 WIB
metallicamusik metal
Metallica Raih Penghargaan Bergengsi
Metallica (Foto: Metal Archives)

Swedia: Grup musik rock legendaris Metallica menerima penghargaan bergengsi Polar Music Prize pada Kamis malam, 14 Juni 2018. Polar Music Prize merupakan penghargaan bergengsi di Swedia yang diberikan kepada sosok berpengaruh dan telah memiliki pencapaian signifikan terutama di bidang musik tanpa memandang latar belakang kewarganegaraan.

Penghargaan itu diberikan oleh Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia dan diterima langsung Lars Ulrich dan Roberto Trujillo. Mengiringi seremonial penyerahan penghargaan, Roger Glover dan Ian Price dari Deep Purple memberikan sedikit kata tentang Metallica.

"Di awal tahun 80-an, kami tampil di panggung musik di Inggris. Saya mendengar band ini (Metallica) di belakang panggung. Mereka ada di panggung. Saya mendengar namanya, tidak tahu apapun tentang mereka. Saya pergi ke sisi panggung untuk melihat dan mengira sesuatu telah terjadi di sini," ungkap Glover, dilansir dari NME.

"Penonton ikut menyanyikan setiap kata yang mereka lantunkan. Itulah yang membuat saya terkesan, ketika Anda berhasil menyentuh banyak orang melalui musik Anda, ada hal istimewa. Band yang luar biasa," imbuh Glover yang diikuti tepuk tangan penonton.

Ulrich dan Trujillo kemudian memberikan kata sambutannya saat menerima penghargaan bergengsi yang juga dikenal dengan nama Nobel Prize of Music dari Swedia itu.

"Siapa yang akan mengira ketika Metallica memulai perjalanan bermusik 37 tahun lalu, suatu hari kami akan berdiri di depan orang penting di bidang musik dan menerima satu penghargaan paling bergengsi yang diberikan kepada para musisi?" kata Ulrich.

"Jenis musik yang kami mainkan tidak seharusnya diakui atau dianut oleh penikmat musik, media bahkan penonton dalam jumlah banyak. Tahun 1981 ketika band ini dibentuk, saya hanya ingin bermain musik secara kolektif dan merasa ada sesuatu yang saya miliki lebih besar dari diri saya sendiri," imbuhnya.

Dengan warna musik cadas yang dimainkan, Ulrich mengatakan Metallica sempat merasa tidak percaya diri untuk bermusik di tengah para penikmat musik umum.

"Sejak awal kami selalu merasa berbeda. Kami selalu merasa entah bagaimana kami tidak cukup baik, tidak cukup keren untuk diterima oleh penikmat musik pada umumnya. Rupanya hal tak terduga terjadi. Penikmat musik umum mulai mendengarkan area musik kami di mana pendengar merasa melayang ketika mendengar musik kami."

Ia melanjutkan, sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan setelahnya Metallica menemukan diri mereka diterima di tengah arus musik pada umumnya. 

"Menerima penghargaan ini semakin memantapkan gagasan bahwa tidak peduli betapa terasingnya Anda, ketika terhubung dengan orang-orang melalui musik, bukan hanya hal itu bisa terjadi tetapi dapat menjadi inspirasi dan mengubah hidup."

Penabuh drum Metallica itu juga merasa terhormat dapat berbagi penghargaan bersama Dr Ahmad Sarmarst dan The Afganistan Institute of Music yang telah menyelenggarakan organisasi untuk kembali membangun musik dan mendukung musisi di Afganistan.

Metallica menyumbangkan uang dari penghargaan yang diterima untuk amal. 

"Akhirnya, ketika penghargaan ini mengakui pencapaian Metallica selama 37 tahun terakhir bermusik, selama kami berdiri di momen terbaik ini, mungkin saja sisi kanak-kanak bocah Denmark dalam diriku berkata pada dunia, 'Lihat Bu, kami baru saja mulai!'" tutup Ulrich.

Polar Music Prize telah memasuki tahun ke-27. Penghargaan ini dicetuskan oleh Stig 'Stikkan' Anderson, penerbit, penulis lirik lagu sekaligus manajer band pop legendaris ABBA. 

Sebelumnya, penghargaan ini telah diterima oleh sejumlah musisi seperti Paul McCartney, Ray Charles, Joni Mitchell, Bruce Springsteen dan Stevie Wonder.

 




(ASA)

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

Kaca Benggala Polemik Jerinx SID dan Via Vallen

3 days Ago

Dapat disimpulkan, Jerinx adalah korban dari sikap 'lancang' Via Vallen dan beberapa pe…

BERITA LAINNYA