Kelompok Musik Asal Prancis Antusias Tampil di Ngayogjazz 2017

Ahmad Mustaqim    •    16 November 2017 21:34 WIB
ngayogjazz
Kelompok Musik Asal Prancis Antusias Tampil di Ngayogjazz 2017
Rémi Panossian (paling kiri) (Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim)

Yogyakarta: Kelompok musik jazz dari Prancis, yakni Rémi Panossian Trio bakal menjadi salah satu pengisi acara Ngayogjazz ke-11 di Dusun Kledokan, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 18 November 2017. Kelompok musik jazz yang terbentuk pada 2010 ini bakal memeriahkan Ngayogjazz bersama 34 kelompok musik jazz lain.

Grup musik jazz dengan dedengkot Rémi Panossian juga beranggotakan Maxime Delporte (bass) dan Frederic Petitprez (drum).

Rémi Panossian mengatakan, momen ini menjadi kali pertama bermain jazz di indonesia. Meskipun, ia secara pribadi sudah tinggal di Indonesia satu bulan terakhir.

"Ini yang pertama tampil di Indonesia. Saya sudah sejak Oktober 2017 di Indonesia," kata dia dalam konferensi pers di salah satu hotel di jalan Padjajaran Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Kamis, 16 November 2017.

Tampil memainkan musik jazz di pedesaan menjadi hal baru untuk Rémi dan kawan-kawan. Sebab, selama ini mereka pentas di perkotaan. Namun, dalam hal kolaborasi memainkan jazz bukanlah hal baru.

Sejauh ini, mereka sudah main di berbagai panggung, seperti di Kanada, Ottawa Jazz Festival, Montreal Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, London Sunfest, dan Enjoy Jazz Festival di Jerman. Total, mereka sudah 350 konser di berbagai negara.

"Rencananya saya bermain jazz di Indonesia tak hanya sampai di sini, tapi akan kolaborasi juga di tempat lain di Indonesia. Seperti di Jakarta dan Surabaya," katanya.

Ngayogjazz 2017 akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Musisi jazz regional, nasional, hingga internasional akan silih berganti mengisi lima panggung, yakni panggung Doorstoot, Gerilya, Markas, Serbu, dan Merdeka.

Dua grup musik yang bakal mengisi Ngayogjazz 2017 yakni Endah N Rhesa dan Gugun Blues Shelter. Dua kelompok musik ini memiliki kecenderungan beda aliran. Jika Endah N Rhesa lebih ke musik pop, sementara Gugun Blues Shelter condong ke genre blues.

"Kolaborasi penampilan nanti tidak akan berseberangan. Sebab, genre blues merupakan akar dari musik jazz. Musik jazz akan selalu berkembang," kata seorang komposer Djaduk Ferianto.


 
(ELG)