Rendy Pandugo Sempat Menolak Bergabung dengan Sony Music

Agustinus Shindu Alpito    •    31 Agustus 2017 10:26 WIB
rendy pandugo
Rendy Pandugo Sempat Menolak Bergabung dengan Sony Music
Rendy Pandugo (Foto: Dok. MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rendy Pandugo akhirnya merilis album debut berjudul The Journey. Album ini adalah penantian panjang Rendy selama berkarier sebagai musisi.

Sebelum bergabung dengan label Sony Music Entertainment Indonesia, Rendy aktif sebagai musisi kafe. Cita-cita Rendy awalnya hanya membuat album penuh berbahasa Inggris yang direkam di kamar. Namun apa yang terjadi padanya saat ini melebihi itu semua.

Mahavira Wisnu Wardhana atau dikenal dengan panggilan Inu, A&R Sony Music Entertainment Indonesia, menceritakan bagaimana perjalanan karier Rendy hingga seperti sekarang ini.

Inu secara tidak sengaja melihat penampilan Rendy di sebuah kafe di bilangan Senopati, Jakarta Selatan. Melihat karakter vokal Rendy yang unik dan permainan gitarnya yang menarik, Inu melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dari Rendy melalui label tempatnya bekerja.

Singkat cerita, Inu menawarkan kerjasama kepada Rendy.

“Saya tanya ke dia, ‘Tertarik enggak gabung di label?’ Dia bilang, 'Enggak tertarik,'" kenang Inu, dalam jumpa pers perilisan album The Journey milik Rendy, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/8/2017).

Butuh satu tahun pendekatan kepada Rendy sebelum akhirnya mereka menemukan titik temu. Itupun dengan beberapa kesepakatan khusus.

“Terus kami deal materi album 70 persen bahasa Inggris, 30 persen bahasa Indonesia,” tukas Inu.

Nasib berpihak pada Rendy. Dia yang sempat "menurunkan" standar cita-cita dari membuat 100% album berbahasa Inggris menjadi 70%, akhirnya menemukan jalan keluar.

"Suatu hari saya ajak Rendy ke kantor, karena Hayden Bell, A&R Sony untuk kawasan Asia Pasifik sedang datang. Rendy hanya membawa gitar dan bermain di depan Hayden Bell. Dia baru punya tiga lagu, satu belum ada liriknya. Terus Hayden Bell bilang, ‘Lo bikin album bahasa Inggris saja semua.’”

Akhirnya, Rendy resmi bergabung dengan Sony Music. Dia kemudian dijadwalkan untuk terbang ke Swedia guna rekaman di The Kennel Studio. Sebuah studio berkelas dunia, tempat di mana musisi top rekaman. Termasuk The Chainsmokers.

Kisah Rendy tidak semanis kedengarannya. Dia berjuang keras mewujudkan album perdananya. Terlebih dirinya harus memenuhi kuota penulisan lagu yang diminta. Dalam waktu dua bulan, Rendy menulis delapan lagu sebagai amunisi album pertamanya. Awalnya, hal ini cukup sulit bagi Rendy mengingat dirinya sudah lima tahun alpa menulis lagu. Beruntung, semua dapat diatasi dengan baik.

“Saya mengikuti proses Rendy menulis lagu, menurut saya 11 lagu ini (jumlah track dalam album The Journey) jujur,” puji Inu.

Rendy sebelumnya dikenal lewat duo bernama Dida. Duo ini sempat bergabung dengan label mayor, namun kurang sukses di pasaran.

Perjalanan hidup Rendy pun terbilang penuh lika-liku. Dalam wawancara dengan Metrotvnews.com akhir tahun 2016, Rendy sempat mengatakan dirinya nyaris menyerah dari dunia musik pada 2014.

"Januari 2014 memang benar-benar titik terendah gue. Sisa duit cuma Rp30 ribu, di ATM cuma ada Rp5 ribu. Entah bagaimana waktu itu ingin sedekah. Waktu itu sedekah Rp20 ribu. Itu titik paling ikhlas di hidup gue, tanpa mengharapkan apa-apa," ujar Rendy.

Tak disangka, keesokan harinya dia mendapat tawaran untuk tampil bernyanyi reguler di sebuah mal di Jakarta. Dia dibayar Rp450 ribu untuk bernyanyi selama empat jam.

Artikel mendalam tentang perjalanan karier Rendy Pandugo dapat dibaca melalui tautan berikut ini

 


(ELG)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

4 days Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA