Seperti Apa Album Efek Rumah Kaca Selanjutnya?

Purba Wirastama    •    09 Juli 2018 10:56 WIB
efek rumah kaca band
Seperti Apa Album Efek Rumah Kaca Selanjutnya?
Efek Rumah Kaca tampil dalam festival musik 100 Kota 1 Bahasa di Jakarta, Minggu, 8 Juli 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Tiga album musik dari Efek Rumah Kaca punya muatan kritik politik dan sosial yang kental dalam sebagian besar lirik-liriknya. Menurut Cholil Mahmud sang vokalis, mereka hendak keluar dari zona itu untuk album terbaru yang akan dikerjakan tahun ini.

"Lagunya belum beres, masih cari-cari, lirik belakangan. Namun sebenarnya garis besarnya ada dua, omong hal-hal yang gede atau hal-hal kecil yang personal," kata Cholil saat ditemui usai tampil di panggung musik Soundsations 100 Kota 1 Bahasa di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu malam, 8 Juli 2018.

"Kayaknya kami sering omong hal gede. Omong hal personal juga penting. Kami ingin ambil hal-hal kecil yang personal, tapi juga penting. itu arah garis besarnya, tapi belum tahu mau nulis apa. Misal masalah pribadi, pencarian-pencarian, itu mungkin," lanjutnya.

Menurut Cholil, mereka juga punya dua cara dalam penulisan lirik. Pertama adalah berangkat dari permasalahan aktual. Kedua, mengikuti ke mana materi lagu membawa mereka pergi dalam pemilihan tema yang cocok. Karena lagu-lagunya masih dikerjakan, mereka belum bisa menentukan tema liriknya.

Kendati belum yakin antara hal besar atau hal kecil dalam soal tema, kata Cholil, mereka tidak ingin terjebak dalam kebiasaan. Dia mengakui bahwa tema hubungan masyarakat dengan pemerintah atau memantau pemerintah sudah tersampaikan dalam beberapa lagu.

"Kami masih mikir, enggak ingin itu jadi sebuah kebiasaan. Jadi kami musti mikir angle, cara omong, cara nyanyi, cara cerita. Hal personal jarang (diangkat), jadi mungkin akan lebih mudah dielaborasi," ungkap Cholil.

"Kalau hal besar, kami sudah melakukan itu beberapa kali. Jadi harus cari cara lain supaya tetap ada listriknya, biar enggak terlalu biasa. Kalau keseringan marah-marah melulu, protes-protes melulu, ah biasa, kerjaan dia gitu memang marah-marah," imbuhnya.

Album terakhir ERK adalah Sinestesia yang dirilis tiga tahun silam. Album ini berisi enam nomor, yang setiap lagunya adalah gabungan dua atau tiga fragmen lagu. Dua album sebelumnya adalah Efek Rumah Kaca (2007) dan Kamar Gelap (2008).

Saat ini Cholil, yang telah berdomisili di New York sejak 2015, sedang pulang ke Indonesia. Dia berencana tampil bersama ERK dalam rangkaian tur musik hingga kembali lagi ke AS pada September mendatang.




(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA