Sejak Kecil Isyana Tidak Bisa Lepas dari Piano

Agustinus Shindu Alpito    •    13 Maret 2018 17:40 WIB
isyana sarasvati
Sejak Kecil Isyana Tidak Bisa Lepas dari Piano
Isyana Sarasvati dalam peluncuran Yamaha PSR-S975 dan PSR-S775 di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, pada Selasa, 13 Maret 2018 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Jakarta: Isyana Sarasvati punya ikatan emosional yang kuat dengan alat musik piano. Penyanyi serba-bisa itu bercerita masa kecilnya dihabiskan dengan banyak bermain piano. Isyana bahkan selalu mencurahkan perasaannya lewat tuts piano sejak duduk di Sekolah Dasar. 

"Aku tidak bisa lepas dari piano. Kalau aku ada percikan ide dan melodi langsung ke piano," kata Isyana dalam jumpa pers peluncuran keyboard seri terbaru Yamaha, PSR-S975 dan PSR-S775 di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018.

Sejak kecil, Isyana mengaku tertarik pada musik secara alami, tanpa paksaan dari orangtua. Dirinya bahkan lebih nyaman "berbicara" lewat musik daripada bahasa verbal.

"Daripada verbal, aku lebih menuangkan perasaan ke musik. Apa-apa dituangkan ke musik, mau lagi marah apa senang, dari SD sudah main piano. Musik sudah jadi keinginan dari kecil."

Beruntung, orangtua Isyana sangat mendukung pilihan hidup Isyana di dunia musik. Isyana lantas menceritakan bahwa ibunya sosok yang penting dalam memperkenalkan dirinya dengan musik. 

"Ibu aku guru di Yamaha selama 32 tahun. Aku dulu orang nocturnal, malam hari bangun untuk bermain musik," imbuh Isyana yang mengaku kerap juga menggunakan instrument keyboard untuk berlatih musik.

Pada Februari lalu, Isyana baru saja merilis singel baru berjudul Lembaran Buku. Singel itu diambil dari album studio kedua Isyana, Paradox. Video musik Lembaran Buku juga dikemas menarik dengan menyuguhkan adegan emosional dalam hubungan. Aktor Arifin Putra menjadi lawan akting Isayana dalam video musik yang disutradarai oleh Sakti Mahendra.


(ASA)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA