Konser Europe di Boyolali

Matur Suwun Europe

Elang Riki Yanuar    •    13 Mei 2018 04:20 WIB
konser musikeurope
Matur Suwun Europe
Europe di Boyolali (Foto: dok. volcanorockfestival)

Boyolali: Hampir 30 tahun lalu Europe pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia untuk menggelar konser di Jakarta dan Surabaya. Sekarang, mereka kembali melakukan hal sama, tapi di kota yang berbeda yaitu Boyolali. 

Europe tampil sebagai bintang tamu utama di Volcano Rock Festival yang digelar di Stadion Pandanarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/5/2018) malam. Sebelum Europe, God Bless tampil sebagai band pembuka. 

Lama tak datang, Europe membawa banyak perubahan dalam diri mereka. Usia mereka kini tak bisa dibilang muda lagi seperti menggelar konser di Indonesia pada 1990 silam. Tapi yang paling menggembirakan tentu saja, kali ini mereka punya karya-karya baru yang jauh lebih banyak dibanding dulu. Kedatangan Europe ini sendiri dalam rangka mempromosikan album terbaru mereka yang berjudul Walk the Earth. 

Europe langsung membuka aksinya lewat lagu Walk The Earth dan The Siege yang menjadi bagian dari album terbaru mereka. Meski diambil dari album baru, banyak juga penonton yang ikut bernyanyi bersama Joey. 

"Boyolali, apa kabare?" ucap sang vokalis, Joey. Mendengar James sedikit kikuk berbahasa Jawa, penonton tak kuasa menahan tawa. 

"Apakah kalian siap?" lanjut Joey sebelum membawakan lagu Rock The Night. 

Ini baru permulaan menuju menu-menu utama. Joey memang begitu interaktif pada penonton. Sebelum menyanyikan lagu selanjutnya, dia selalu menyapa dan mengajak penonton berbicara. 

"Kami ingin mendengar kalian berteriak," kata Joey yang langsung membawakan lagu Scream of Anger dari album Wings of Tomorrow.

Lagu Danger on the Track semakin membuat penonton kegirangan. Mereka ikut mengangkat tangan, menganggukkan kepala menikmati lagu. 


Europe di Boyolali (Foto: dok. volcanorockfestival)

Puas membuat penonton bergoyang, permainan keyboard Mic Michaeli langsung memecah keriuhan malam ini sebelum distorsi gitar John Norum membangkitkan kembali histeria penonton lewat lagu Sign of the Times.

"Matur suwun," ucap Joey berbahasa Jawa.

Europe sepertinya sadar, cara terbaik untuk dekat dengan penonton bukan hanya menghampiri setiap sudut panggung lalu menyentuh tangan mereka. Tapi dia punya cara mujarab: menggunakan bahasa setempat yakni bahasa Jawa.

Maka jangan heran, setiap kali usai membawakan lagu, Joey selalu mengucapkan matur suwun yang artinya terima kasih. Dia memang sempat melontarkan kata dalam bahasa Indonesia seperti "Kalian keren" atau "Ayo nyanyi". Tapi, gemuruh tawa dan senyum penonton selalu lebih besar ketika Joey mengucapkan bahasa Jawa. 

Dengan cara inilah Joey mampu membangun kedekatan dengan penonton dan menaklukkan hati mereka. Dia kemudian sempat berkelakar mengaku tidak tahu apa arti kata-kata dalam bahasa Jawa yang dia ucapkan sebelumnya. 

"Boyolali, matur suwun. Aku tidak tahu apa yang aku katakan," ucap Joey.

John Norum sempat mengambil alih panggung ketika membawakan lagu Vasastan yang termaktub dalam albym kesepuluh Europe, War of Kings. Lagu ini merupakan lagu instrumental yang dibuat Norum dan Michaeli.  

"Sudah lama sekali, sudah lama sekali (tidak ke Indonesia). Kami kembali," kata Joey sebelum menyanyikan Heart of Stone.  

Di pertengahan penampilan, peluh mulai bercucuran dari tubuh masing-masing personel Europe. Ketika menggelar jumpa pers sehari sebelumnya, Europe memang sempat mengeluhkan cuaca panas di Indonesia. Namun, itu bukan alasan bagi mereka untuk tidak tampil maksimal di depan penonton Boyolali. 

Buktinya, Europe mampu tampil selama 90 menit dengan membawakan 20 lagu. Lagu-lagu mereka yang terkenal seperti Carrie dan Cherokee tak luput mereka bawakan. 


Europe di Boyolali (Foto: Medcom/Elang)

Aksi Europe di Boyolali bisa diibaratkan atraksi hiburan paket lengkap. Penonton disuguhkan aksi panggung Joey cs yang selalu enerjik sepanjang penampilan, lagu-lagu bagus, tata suara mumpuni hingga tata cahaya panggung yang memanjakan mata.

Penampilan kedua Europe di Indonesia ini memang tidak digelar di kota besar seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya. Namun, kedatangan Europe ke Boyolali banyak menimbulkan sisi baiknya. 

Bagi Europe, mampu menarik puluhan ribu penonton ketika tampil di kota seperti Boyolali merupakan sebuah pembuktian jika mereka masih digemari. Sedangkan bagi masyarakat Boyolali, kehadiran Europe bisa menjadi bukti mereka mampu menggelar acara musik bertaraf internasional dengan bintang tamu musisi mancanegara. 

Karena itu, ketika Final Countdown menjadi lagu pamungkas, wajah semringah ditunjukkan penonton. Mereka pulang dengan wajah penuh harapan musisi internasional lain sudi datang ke kota susu itu. 

Konser sudah selesai, giliran penonton yang mengucapkan: matur suwun Europe.


(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA