Paduan Suara Indonesia Menangkan Kompetisi Bergengsi di Eropa

Cecylia Rura    •    25 April 2018 22:07 WIB
The Resonanz Childrens Choirpaduan suara
Paduan Suara Indonesia Menangkan Kompetisi Bergengsi di Eropa
The Resonanz Children's Choir (TRCC) di Balai Resital Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 25 April 2018. (Foto: Cecylia Rura)

Jakarta: Paduan suara Indonesia The Resonanz Children's Choir (TRCC) berhasil memenangkan kompetisi bergengsi tingkat internasional European Grand Prix (EGP) for Choral Singing di Maribor, Slovenia pada 21 April 2018.

Capaian grup vokal bentukan Avip Priatna selaku Direktur Musik The Resonanz Music Studio ini merupakan kali pertama bagi Indonesia memenangkan kontes bergengsi di Eropa.

Kompetisi ini mempertandingkan para juara umum dari enam kompetisi paduan suara paling disegani di Eropa dan telah berlangsung selama 30 tahun.

"Minggu ini adalah salah satu minggu yang paling berbahagia. Ini merupakan impian sekaligus yang bukan cuma mimpi, kayak cita-cita," ujar Avip Priatna dalam di Balai Resital Kertangera, Jakarta, Rabu 25 April 2018.

Dalam kompetisi EGP, paduan suara TRCC bersaing dengan sejumlah pemenang di kompetisi paduan suara tahun 2017, di antaranya Allmanna Sangen dari Swedia, juara umum kompetisi International Choral Competition Gallus Maribor di Slovenia, Coro Musicanova dari Roma, Italia, juara kompetisi Florilege Vocal de Tours di Perancis, The Stockholms Musikgymnasium Chamber Choir asal Swedia, juara umum International May Choir Competition di Bulgaria, dan Beijing Philharmonic Choir dari Tiongkok, juara umum Concorso Polifonico Guido d'Arezzo di Italia.

TRCC berkompetisi di EGP setelah sukses memenangkan ajang 49th Tolosa Choral Contest di Tolosa, Spanyol. Pada November 2017, TRCC berhasil memenangkan kompetisi Public Audience Award kategori Children's Choir. Lalu pada Juli 2017 menjadi juara umum dalam Musica Eterna Roma International Choral Competition and Festival.

TRCC yang terdiri dari 44 anak dengan rentang usia 10-17 tahun membawakan tujuh karya musik yakni Ad Amore karya Lee R. Kesselman, Duo Seraphim karya Thomas Luis de Victoria, Der Wassermann karya Robert Schumann, Salve Regina karya komposer Indonesia Ivan Yohan, Steal Away aransemen Gwyneth Walker, 137 Hip Street karya komposer Indonesia Fero Aldiansya Stefanus, serta lagu tradisional Bali berjudul Janger yang diaransemen Agustinus Bambang Jusana.

Mereka juga mengenakan busana adat khas Bali bernuansa putih keemasan dan dengan apik membawakan tarian khas Bali yang dilatih koreografer Nyoman Trianawati.

Diakui Avip, paduan suara TRCC memiliki kelebihan pada koreografi.

"Juri-juri sampai mengapresiasi bahwa pilihan lagu yang kita pilih berhasil mengeksplor semua kemampuan penyanyi. Pemilihan lagu agak-agak mirip (dengan kontestan lain). Kelebihan kita dari koreografinya," kata Avip.

Setelah ini, TRCC kembali diundang pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang pada 23-25 Juni 2018 untuk tampil di Tokyo, Osaka, dan Sakai. Undangan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus merayakan peringatan 60 tahun persahabatan Jepang dan Indonesia.

Pada 11 Agustus 2018 TRCC akan tampil dalam konser rutin yang diadakan The Resonanz sejak 2010, yakni seri Simfoni Untuk Bangsa di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

 
(ELG)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

3 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA