Tom DeLonge Sebut Liam Gallagher Cowok Paling Punk

Agustinus Shindu Alpito    •    18 Agustus 2016 10:41 WIB
liam gallagher
Tom DeLonge Sebut Liam Gallagher Cowok Paling <i>Punk</i>
Liam Gallagher (Foto:NME)

Metrotvnews.com, London: Mantan personel Blink-182, Tom DeLonge, menyebut mantan personel Oasis, Liam Gallagher, sebagai cowok paling punk yang pernah ada.

Pernyataan itu dikemukakan Tom dalam salah satu episode The Pursuit of Tone, serial dokumenter tentang musisi.

"Saya ingat duduk di belakang panggung dengan topi yang saya kenakan ke arah samping, piercing di hidung, dan hal gila lainnya. Lalu pintu terbuka dan datang mereka (personel Oasis) mengenakan jubah dan gaya rambut The Beatles. Reaksi pertama saya adalah, ‘Gila, mereka terlihat sangat keren, padahal mereka bukan punk rocker',” ucap Tom menceritakan pengalamannya.

Pertemuan itu berlanjut, selesai acara Gallagher menyambangi ruang ganti dan bertanya apakah mereka para personel Blink-182.

“‘Kalian (band) paling keren yang pernah saya lihat di Amerika,’” kata Tom meniru pujian Gallagher, sebagaimana dikutip NME.

Mendengar kalimat Gallagher, Tom lantas membalas, “Anda suka kami!”

Sayangnya Gallagher tak meladeni harapan Tom, dan menjawab, “Saya tidak mengatakan hal itu. Tetapi saya bilang kalian (band) paling keren di Amerika yang pernah saya lihat.” Kemudian Gallagher pergi dengan membanting pintu.

“Saya melihat orang-orang lain (di dalam ruangan itu) dan merasa, ‘Ya Tuhan, dia orang paling punk yang pernah saya temui sepanjang hidup saya.’ Lalu saya jadi penggemar berat Oasis dan selanjutnya saya berhenti mendengarkan musik punk rock dan mendengarkan semua aliran musik.”

Tom juga mengungkapkan salah satu musisi yang menginspirasinya, yaitu Joe Strummer, vokalis The Clash. Pertemuan antara Tom dan Strummer terjadi di Australia. Strummer menyarankan Tom untuk membuka pikirannya dalam mengartikan punk.

“Etos punk rock ada dalam bentuk yang mampu diadopsi anak-anak, menjadi unik dan merayakan bahwa kenyataannya mereka adalah orang-orang terbuang.”

“Semakin Anda merasa terbuang, semakin baik Anda merasakan diri Anda. Tetapi Anda memaknai itu secara salah ketika Anda mencoba menghakimi orang lain karena tidak menjadi sesuatu (seperti yang Anda harapkan),” kata Tom mengutip hasil diskusinya dengan Strummer.
(ROS)