5 Fenomena CLBK dalam Panggung Musik Indonesia

Agustinus Shindu Alpito    •    30 November 2017 17:41 WIB
musik indonesia
5 Fenomena CLBK dalam Panggung Musik Indonesia
Krisyanto kembali menjadi vokalis Jamrud setelah sempat mundur (Foto: Antara/Jojon)

Jakarta: Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan pasangan yang "balikan," rasanya tidak hanya terjadi pada konteks kehidupan asmara sejoli. Dalam panggung musik pun CLBK pun kerap terjadi. Di luar negeri contohnya, grup Guns N’ Roses mengemas fenomena CLBK antara Axl Rose dan gitaris Slash jadi sebuah pertunjukkan besar berskala internasional yang tentu menambah pundi-pundi mereka dan mengenang kembali era kejayaan GNR.

Begitu juga di Indonesia, panggung musik tidak lepas dari kisah-kisah kembalinya personel yang sempat keluar atau aktif kembali pasca-vakum dan diterpa isu perpecahan.

Menjaga keharmonisan sebuah band memang bukan hal mudah, ketika hengkang jadi pilihan, bukan berarti tidak ada jalan untuk kembali. Menurunkan ego dan menghargai penggemar jadi alternatif alasan untuk bersatu kembali.

Berikut lima contoh CLBK yang terjadi di panggung musik Indonesia:

1. Dewa 19 Feat. Ari Lasso

Setelah Once tidak lagi menjadi vokalis Dewa, grup yang eksis sejak era 1990-an ini kerap tampil dengan menggandeng kembali Ari Lasso. Terakhir kali mereka tampil pada festival musik nostalgia, The 90s Festival, pada 25 November 2017. Menghadirkan kembali Ari Lasso di tengah kekosongan posisi vokalis pada grup ini adalah keputusan tepat, para Baladewa justru merasa terobati kerinduannya menyanyikan repertoar dari album-album macam Terbaik Terbaik, Format Masa Depan atau Pandawa Lima.



2. Base Jam Reunion

Belakangan, grup ini kerap dibicarakan. Tidak lain karena semakin banyak acara musik yang mengusung tema nostalgia dan mengundang grup-grup yang pernah besar di masa lalu. Base Jam salah satunya. Sebagai bumbu daya tarik, Base Jam kerap tampil dalam format reuni dengan menghadirkan kembali Sigit dan Adnil.
 


3. Jamrud

Ini salah satu kisah CLBK paling menarik. Krisyanto, vokalis Jamrud, sempat memutuskan hengkang dan meniti karier solo. Namun harus diakui, karier solo Krisyanto tak semulus karier Jamrud. Posisi Krisyanto di Jamrud pun sempat digantikan Donal yang karakter vokalnya mirip Krisyanto. Pada 2011 Jamrud bahkan memperkenalkan konsep baru dengan memboyong dua vokalis sekaligus, yaitu Donal dan Iwan Vox. Keputusan ini diambil untuk menyiasati kekurangan dan kelebihan dari vokalis yang ada dalam membawakan lagu-lagu Jamrud.

Namun, takdir berkata lain. Krisyanto akhirnya memutuskan kembali pada Jamrud setelah mengembara sebagai penyanyi solo. Hingga saat Jamrud masih aktif bermusik dan Krisyanto tetap meneruskan ciri khas memegang megafon dan menggunakannya sebagai efek vokal pada beberapa lagu Jamrud.



4. Pas Band

CLBK pada grup ini terbilang unik, yaitu menghadirkan kembali drummer masa awal, sehingga dalam beberapa penampilannya Pas Band menggunakan dua drummer sekaligus, Richard dan Sandy. Meski terdengar kurang efektif, konsep ini cukup mengobati kerinduan para penggemar Pas Band akan sosok Richard yang ikonik mengisi bagian drum pada album-album awal Pas Band.



5. Twentyfirst Night

Krisyanto tidak sendirian. Yogie Vandhika, vokalis Twentyfirst Night akhirnya kembali setelah sempat hengkang. Karakter vokal Yogie cukup melekat lewat album debut Twentyfirst Night, Di Atas Awan, yang dirilis pada 2008. Album itu melahirkan hit Mungkin dan Tergila yang membawa grup ini kerap tampil di panggung pensi (pentas seni).




 


(ELG)