Lagunya Dipuji Yockie Suryoprayogo dan Guruh Soekarnoputra, Dipha Barus: Mereka Idola Saya!

Agustinus Shindu Alpito    •    14 Oktober 2017 14:01 WIB
dipha barus
Lagunya Dipuji Yockie Suryoprayogo dan Guruh Soekarnoputra, Dipha Barus: Mereka Idola Saya!
Dipha Barus (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah akun YouTube dengan konten musik bernama Sound From The Corner beberapa waktu lalu mengunggah sebuah program bernama “Taste Taste” dengan bintang tamu Yockie Suryoprayogo dan Guruh Soekarnoputra.

Dalam video itu, Yockie dan Guruh dimintai pendapat seputar lagu-lagu dari musisi generasi saat ini. Dari sekian banyak lagu yang diputar untuk dua legenda musik Indonesia itu, lagu yang paling mendapat komentar positif adalah lagu No One Can’t Stop Us milik Dipha Barus yang berkolaborasi dengan Kallula.

“ini lagu ini cita rasa saya, skala nadanya, kordnya, nadanya, melodinya, intronya. Itu nada-nada kesukaan aku,” puji Guruh.

Hal senada juga keluar dari mulut Yockie, sosok yang pernah membesut album ikonik Badai Pasti Berlalu (1977), Lomba Cipta Lagu Remaja (medio 1970-an) hingga sempat menjadi keyboardist God Bless.

“Ini lebih menarik buat saya, meskipun bahasa Inggris, saya terangsang oleh kecerdasan mengelola bunyi-bunyian, memancing orang untuk terlibat dengan persoalannya frekuensi dan penempatannya tepat. vokal tidak terganggu bunyi-bunyian instrumen, instrumen juga tidak menggangtu bunyi vokal. Pas. Sehingga membuat dinamika yang nyaman,” ujar Yockie.

Ditemui di Plaza Senayan, Jumat (13/10/2017), Dipha Barus mengaku terkejut dengan opini Yockie dan Guruh. Pasalnya, Dipha adalah pengagum keduanya.

“Pas dapat info, jujur bingung sih. Karena gue big fan Yockie dan Guruh. Gue pernah lagi meeting sama BCL (Bunga Citra Lestari) di sebelah gue ada Yockie, gue mau ngajak foto saja takut, karena dia idola gue. Dia keren banget,” kata Dipha.

Salah satu karya Guruh yang paling dikagumi Dipha adalah Chopin Larung dari album Guruh Gipsy. Sebuah album kolaborasi antara Guruh dan grup musik Gipsy. Album ini disebu-sebut sebagai salah satu album terbaik dari Indonesia. Sebuah karya yang mampu meleburkan kultur budaya Indonesia dengan musik modern.

“Mereka berkarya tetap relevan sampai sekarang, tetapi nilai Indonesia mereka enggak hilang. Mereka enggak semata-mata menyatukan musik tradisional, mereka bisa menciptakan musik yang baru. Setiap karya-karya dia masih relevan,” tukas Dipha.

Di akhir sesi wawancara, saat disinggung bagaimana reaksi Dipha jika Yockie atau Guruh menawarkan kolaborasi, dia dengan tegas menjawab, "Enggak mungkin gue tolak lah."



 


(ELG)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

1 day Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA