The 90's Festival: Panggung Hiburan, Layar Tancap, hingga Permainan 90-an

Cecylia Rura    •    11 November 2018 14:14 WIB
the 90s festival
The 90's Festival: Panggung Hiburan, Layar Tancap, hingga Permainan 90-an
Blue di The 90 Festival (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura

Jakarta: Mengenang masa-masa nostalgia di era 90-an menjadi rekaman termanis bagi pemuda-pemudi di masanya. Mulai dari musisi yang menghiasi kenangan di masa itu hingga nuansa 90-an seperti suvenir, area permainan, hingga film-film lawas yang hingga kini masih terekam manis.

Beberapa memorabilia bisa dikenang melalui area games, pernak-pernik lucu yang dijajakan, merchandise khusus, karaoke, hingga permainan seru-seruan.

The 90's Festival memasuki tahun keempat untuk tahun ini. Empat panggung yang diusung, MLDSPOT Stage, Wardah Stage, FWD Stage, dan 90's  Stage.

Ada 20 aksi panggung dari beberapa musisi. Dari panggung MLDSPOT, grup Fatur Nadila, MLD JAZZ Project S3 feat. Rita Effendi, 2D, Iwa K & Sweet Martabak, dan /rif. Pada Wardah Stage, ada Cherry Bombish, Wayang, Sket + Bayou, Tic Band, dan Bunga.

Rita Effendi tampak total saat membawakan tembang-tembang lawas. Puncak kesuksesannya tampak ketika penonton bernyanyi Januari di Kota Dili.


Rita Effendi (Foto: Medco,/Cecylia)

Pada FWD Stage, penonton disajikan aksi panggung dari musisi yang menembangkan lagu-lagu sendu untuk bernostalgia di antaranya Protonema, Lingua, BE3, Java Jive, hingga Padi Reborn.

Kelima aksi musisi ini seperti tak ingin membuat penontonnya berpaling ke panggung lain. Lebih-lebih ketika BE3 menembangkan lagu-lagu andalan.

Padi Reborn sudah tak perlu diragukan lagi. Mereka sukses berebut animo penggemar dari dua panggung pada malam The 90's Festival. Hampir semua repertoar lagu dibawakan bersama penonton.

Dibuka dengan Sang Penghibur, lalu Mahadewi, Bagitu Indah, Semua Tak Sama, Harmoni, Kasih Tak Sampai, dan Menanti Sebuah Jawaban. Penonton yang merasa belum terpuaskan mencoba menggoda Padi membawakan lagu Sobat. Namun, karena keterbatasan waktu mereka tak membawakan lagu itu.

Pada 90's Stage, sore-sore dihibur dengan Funky Kopral, diikuti dengan aksi panggung Kidnap Katrina yang sekaligus menjadi ajang reuni bersama Anang Hermansyah. Band ini menjadi pijakan awal Anang yang berangkat dari Jember, meniti karier bermusik di ibukota. Mereka dulunya bermarkas di Gang Potlot Jakarta Selatan bersama beberapa musisi, salah satunya Slank.

"Dulu Kidnap Katrina lahir cuma punya satu album. Hit-nya cuma satu, bubar. Sok, band sok ya ini," tutur Anang dari atas panggung, Sabtu 10 November 2018.

"Ini band sok, habis itu bubar. Alhamdulillah lagunya dikenang sampai sekarang. Kalau enggak, mana mungkin Kidnap mau sampai hari ini. Saya  berterima kasih dengan Pay Hasibuan mengajak yang mau mengajak anak desa rekaman," sambungnya.


Kidnap Katrina (Foto: Medcom/Cecylia)

Anang membawakan lagu Biarkanlah, Diam, serta Terlalu Manis yang juga dipopulerkan Pay Hasibuan. Lagu Biru menjadi penutup aksi panggung Anang bersama Kidnap Katrina. Ia tampak bersemangat menyanyikan lagu-lagu rock, setelah sekian lama banyak mengeluarkan hits lagu pop.

"Ini adalah lagu yang dikenang. Kita bisa berkarya. Sudah 50 tahun, sudah tidak muda lagi tapi harus tetap berkarya karena istri masih muda. Lagu ini kita nyanyikan bersama. Pasti anak 90-an ada yang punya kenangan dengan lagu ini," ucap Anang sambil berkelakar dan membawakan lagu Biru.

Setelah Anang, ada jeda untuk maghrib. Menjelang petang, grup musik The Moffatts Reunion naik pentas. Beberapa hits singel dibawakan seperti I'll Be There for You, Crazy, Secrets, Don't Walk Away, Say'n I Love You, Miss You Like Crazy, Bang Bang Boom, Misery, dan ditutup dengan Life Is So Short.

Di akhir aksi panggung, empat personel bersaudara kandung asal Kanada itu melemparkan beberapa kaus putih kepada penonton.


The Moffats (Foto: Medcom/Cecylia)

Lalu, satu lagi musisi luar negeri yang menjadi penampil spesial, grup musik Blue. Kuartet asal London, Inggris ini tampak menghidupkan kembali masa jaya era boyband di tahun 80-an hingga 2000-an awal. Antony, Duncan, Lee Ryan, dan Simon Webbe masih kompak melakukan koreografi dan melantunkan lagu-lagu andalan.

Daftar lagu pada malam 90's yang dibawakan yakni All Rise, Bubblin', Fly By, Too Close, If You Come Back, Sorry Seems to Be the Hardest Word, U Make Me Wanna, I Can, Paradise, Guilty, We've Got Tonight, One Love, dan ditutup dengan Best In Me.

Tibia pada puncak acara, Sheila On 7 menjadi penampil pamungkas. Mereka membawakan lagu-lagu andalan mereka seperti Bila Kau Tak Disampingku, J.A.P, Sahabat Sejati, Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Itu Aku, Tunggu Aku di Jakarta, Seberapa Pantas, Sephia, Lapang Dada, Film Favorit, Hariku Bersamanya, Dan, serta Kisah Klasik.

Acara The 90's Festival tahun ini cukup meriah dari tahun sebelumnya. Sebab, ada dua penampil utama dari luar negeri yakni Blue dan The Moffatts yang diundang ke Jakarta. Terlebih, The Moffatts tampil dalam formasi lengkap dan menggunakannya sebagai ajang reuni.

 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA